Rumah Kim Kardashian Dibobol, Mobil Mewahnya Sempat Dibawa Maling
Pelaku yang berusia 27 tahun tersebut langsung ditangkap pihak kepolisian di area properti setelah sempat membawa kabur salah satu mobil milik Kardashian untuk berkendara di sekitar lingkungan permukiman.
Departemen Kepolisian Los Angeles County (LASD) Stasiun Malibu/Lost Hills merespons panggilan darurat sekitar pukul 15.45 waktu setempat, setelah tim keamanan pribadi properti melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dari seorang pria yang memasukkan sejumlah barang ke dalam kendaraan.
Detail Kejadian dan Penangkapan
Menurut keterangan pihak berwenang, penyusup tersebut diduga berhasil memasuki area perkebunan mewah senilai US$60 juta (sekitar Rp 950 miliar) itu sebelum mengambil salah satu mobil yang ada di lokasi.
Pelaku sempat mengendarai mobil tersebut mengelilingi kawasan Hidden Hills yang tertutup dan dijaga ketat, sebelum akhirnya kembali ke area properti tempat ia ditangkap tanpa perlawanan oleh petugas kepolisian.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku langsung digelandang ke penjara wilayah atas dugaan pengerusakan dan pencurian kendaraan. Hingga saat ini, identitas pelaku belum dirilis secara resmi oleh kepolisian.
Kim Kardashian dan Anak-Anak Tidak Berada di Lokasi
Saat insiden terjadi, Kim Kardashian beserta empat anaknya dilaporkan tidak berada di rumah tersebut.
Bintang The Kardashians itu diketahui sedang tinggal sementara di hunian sewaan terdekat karena kediamannya di Hidden Hills sedang menjalani renovasi besar-besaran.
Perwakilan Kardashian juga menyampaikan bahwa penyusup tersebut tidak sampai masuk ke dalam bangunan utama rumah. Tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Insiden pembobolan ini menambah panjang catatan gangguan keamanan yang dialami oleh pendiri merek Skims tersebut.
Sebelumnya pada tahun 2017, properti miliknya di Bel Air sempat menjadi sasaran vandalisme yang merusak tiga kendaraan.
Kasus paling menyita perhatian terjadi pada 2016 di Paris, Prancis, di mana Kardashian menjadi korban perampokan bersenjata di kamar hotelnya dan kehilangan perhiasan senilai US$10 juta.
Terkait kasus Paris tersebut, pengadilan setempat telah menjatuhkan vonis bersalah kepada delapan pelaku pada akhir 2024 lalu.
