Kalah di Pengadilan, Upaya 50 Cent Bungkam Mantan Pacar Ditolak Hakim
Pengadilan secara resmi menolak banding yang diajukan oleh perusahaan penerbitan milik 50 Cent, G-Unit Books, terkait dugaan pelanggaran life rights agreement.
Dengan penolakan banding ini, kasus tersebut akan dikembalikan ke pengadilan tingkat bawah untuk melanjutkan proses litigasi, memberikan kesempatan penuh bagi Tompkins untuk membela diri.
Duduk Perkara: Konflik Kontrak Senilai USD1 Juta
Perseteruan hukum ini bermula ketika G-Unit Books melayangkan gugatan ganti rugi sebesar USD 1 juta (sekitar Rp15,5 miliar) terhadap Shaniqua Tompkins. Pihak 50 Cent menuduh Tompkins telah melanggar perjanjian yang mereka tanda tangani hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 2007.
Dalam kontrak lama tersebut, Tompkins sepakat memberikan hak eksklusif kepada G-Unit Books untuk mempublikasikan dan mengambil keuntungan dari kisah hidupnya-termasuk hubungan masa lalunya dengan 50 Cent-dengan imbalan uang muka sebesar USD 80.000 serta persentase royalti di masa depan.
50 Cent membeli hak tersebut demi mengamankan materi untuk proyek biografi atau otobiografinya di masa mendatang, sekaligus mencegah penggunaan nama dan citranya tanpa izin.
Namun, situasi memanas setelah Tompkins mengunggah serangkaian video di Instagram yang membahas hubungan masa lalu mereka, serta memberikan komentar terkait kasus hukum yang sedang menjerat musuh bebuyutan 50 Cent, Sean "Diddy" Combs.
Pihak 50 Cent menilai tindakan tersebut menurunkan nilai eksklusivitas kontrak mereka.
Di sisi lain, Shaniqua Tompkins memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan melalui surat kesaksian tertulisnya (affidavit).
Ia mengklaim bahwa kontrak yang ditandatanganinya pada 2007 tersebut dilakukan di bawah tekanan yang luar biasa.
"Saya tidak diberikan kesempatan untuk mencari penasihat hukum independen atau menegosiasikan ketentuan apa pun. Karena mengkhawatirkan keselamatan nyawa saya dan anak-anak saya, saya menandatangani perjanjian tersebut di bawah tekanan yang ekstrem," aku Tompkins dalam dokumen pengadilan.
Meskipun harus menelan pil pahit di meja hijau, kondisi berbanding terbalik terjadi pada karier produksi televisi 50 Cent.
Di minggu yang sama, rapper pelantun lagu In Da Club ini tengah merayakan kesuksesan serial dokumenter Netflix garapannya, Sean Combs: The Reckoning.
Baca juga: Momo Comeback Bareng enau? |
Dokumenter kontroversial yang mengupas sisi gelap rival hip-hopnya tersebut berhasil menyabet tiga nominasi di ajang penghargaan bergengsi Emmy Awards, termasuk untuk kategori Outstanding Documentary or Nonfiction Series.
Melalui akun Instagram pribadinya, 50 Cent tampak menyindir pihak-pihak yang dulu meragukan proyeknya.
"Dulu semua orang sibuk berkomentar saat aku mengumumkan proyek ini... Sekarang giliran komite Emmy yang angkat bicara. Kalian tidak bisa mendebat hasil kerja yang nyata," tulisnya.
