Akhir Era Kejayaan Millie Bobby Brown di Netflix?
Hubungan sang aktris dengan platform raksasa ini begitu erat, hingga Netflix rela menggelontorkan dana besar demi menjaga agar karya-karyanya tetap eksklusif bagi para pelanggan.
Namun, data terbaru menunjukkan adanya pergeseran. Kerjasama yang dulunya selalu menjamin angka penonton fantastis ini, tampaknya mulai menemui titik jenuh. Rilisnya Enola Holmes 3 minggu lalu menjadi sinyal kuat berakhirnya era dominasi mutlak Millie di Netflix.
Rekam Jejak yang Dulunya Sempurna
Sebelum ini, menyandingkan nama Millie Bobby Brown dengan sebuah proyek film Netflix adalah jaminan instan untuk meraih status box office hit.
- Enola Holmes (2020): Ditonton oleh 76 juta rumah tangga hanya dalam 4 minggu pertama.
- Enola Holmes 2 (2022): Meraih sekitar 72,9 million views pada bulan pertama penayangannya.
- Damsel (2024): Menjadi salah satu film tersukses dalam sejarah Netflix dengan mencatatkan 138 juta penayangan dalam 91 hari pertamanya.
Pada titik itu, penonton berasumsi bahwa proyek apa pun yang dibintangi Millie pasti akan meledak. Namun, kenyataan di lapangan mulai berubah sejak tahun lalu.
Kelesuan ini sebenarnya sudah mulai terlihat pada tahun 2025 lewat film fiksi ilmiah garapan Russo Brothers, The Electric State. Dengan anggaran fantastis mencapai USD 320 juta, film tersebut tampil memprihatinkan dengan hanya meraih 25,2 juta penayangan di minggu pertamanya dan langsung terdepak dari daftar Top 10 setelah 4 minggu.
Enola Holmes Foto: dok Netflix Enola Holmes |
Kini, Enola Holmes 3 mempertegas tren penurunan tersebut. Angka debut Enola Holmes 3 anjlok hingga 30% jika dibandingkan dengan performa awal Enola Holmes 2.
Penurunan ini membuktikan satu hal: pelanggan Netflix tidak lagi sekadar menonton sebuah film hanya karena ada wajah Millie Bobby Brown di posternya. Kritikan yang beragam serta kejenuhan penonton terhadap formula ceritanya disinyalir menjadi penyebab utama.
Meski era keemasan tanpa celah itu telah usai, bukan berarti karier Millie di Netflix tamat. Ini justru menjadi fase transisi yang menarik.
Keduanya sudah menyiapkan lini proyek baru yang berpotensi mengembalikan performa mereka ke jalur kemenangan:
- Just Picture It: Sebuah film komedi romantis original bertema kuliah yang ia bintangi bersama Gabriel LaBelle. Genre ini dinilai sangat cocok untuk menjangkau demografi penonton muda Netflix.
- The Girls I've Been: Film adaptasi novel bergenre crime-thriller psikologis yang diproduseri bersama Jason Bateman.
- Serial TV Baru: Millie juga kembali ke ranah serial (tempat di mana ia paling bersinar) lewat proyek thriller supranatural berjudul Prism, serta sebuah proyek spionase garapan Jack Thorne yang mempertemukannya kembali dengan David Harbour.
Penurunan angka pada Enola Holmes 3 mungkin terasa seperti pil pahit, namun dengan variasi proyek baru di atas, masa depan Millie Bobby Brown di Netflix tampaknya akan beralih dari narasi sukses beruntun menjadi kisah rebranding dan comeback yang tidak kalah seru untuk dinantikan.

