Round-Up
Arah Kasus Blake Lively Vs Justin Baldoni Berubah
Dalam putusan yang keluar Kamis (2/4/2026), Lewis Liman menggugurkan 10 dari total 13 tuntutan dalam gugatan Blake. Klaim yang gugur mencakup tuduhan pelecehan, pencemaran nama baik, sampai konspirasi.
Meskipun begitu, tiga poin gugatan masih tetap lanjut ke persidangan, yaitu dugaan pelanggaran kontrak, retaliasi, dan keterlibatan dalam retaliasi.
Hakim menyebut Blake tidak bisa mengajukan tuntutan pelecehan seksual berdasarkan hukum federal karena statusnya dinilai sebagai kontraktor independen.
Selain itu, tuntutan yang memakai dasar hukum California juga ditolak karena proses syuting film berlangsung di New Jersey, bukan di California.
Dalam gugatan sebelumnya, Blake menuduh Justin Baldoni membuat komentar yang tidak diinginkan soal penampilan fisik dan berat badannya selama proses syuting.
Aktris yang dikenal luas lewat Gossip Girl itu juga menuding Baldoni memakai tim humas untuk membentuk narasi negatif tentang dirinya di media.
Untuk bagian ini, hakim menilai dua klaim retaliasi masih cukup kuat untuk dibawa ke depan juri.
Di sisi lain, tim Justin Baldoni menyampaikan versi berbeda. Mereka menilai Blake memakai tuduhan yang terlalu jauh untuk mengambil kendali atas proyek film dan membangun citra bahwa Baldoni adalah pihak yang bersalah.
Menurut kubu Baldoni, tuduhan soal perilaku di lokasi syuting hanya berupa keluhan kecil yang dibesar-besarkan, sementara Baldoni dianggap punya hak membela diri atas tuduhan yang mereka nilai tidak benar.
Perseteruan ini sendiri bermula setelah perilisan It Ends With Us yang mencetak pendapatan global sekitar USD 350 juta.
Meski filmnya sukses besar, perjalanannya justru dibayangi rumor hubungan tidak harmonis antara dua pemeran utamanya, yang kemudian berkembang menjadi rangkaian proses hukum panjang selama lebih dari setahun.
Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026, setelah upaya mediasi pada Februari lalu tidak menghasilkan kesepakatan.
(dar/tia)











































