Chat Bocor, Jameela Jamil Sebut Blake Lively Penjahat

Asep Syaifullah
|
detikPop
Jameela Jamil as Titania in Marvel Studios She-Hulk: Attorney At Law, exclusively on Disney+. Photo by Chuck Zlotnick. Β©Marvel Studios 2022. All Rights Reserved.
Foto: Chuck Zlotnick/Chuck Zlotnick
Jakarta - Industri hiburan Hollywood kembali diguncang oleh drama di balik layar yang melibatkan dua nama besar, Jameela Jamil dan Blake Lively.

Setelah dokumen pengadilan yang sebelumnya disegel kini terbuka untuk publik, serangkaian pesan teks pribadi milik Jameela Jamil yang mengkritik tajam Blake Lively bocor ke permukaan, memicu debat panas mengenai etika dan solidaritas perempuan di Hollywood.

Pesan-pesan tersebut dikirimkan Jamil kepada Jennifer Abel, humas dari sutradara Justin Baldoni, pada Agustus 2024.

Saat itu, Blake Lively tengah menjadi pusat kontroversi akibat gaya promosinya untuk film It Ends With Us yang dianggap terlalu santai dan mengabaikan isu serius mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam dokumen hukum yang kini bisa diakses publik (via THR pada 26 Januari) Jameela Jamil terlihat tidak menahan diri dalam memberikan penilaian terhadap langkah-langkah PR yang diambil oleh Lively. Ia menyebut tindakan Lively sangat merusak reputasi sang aktris sendiri.

"Dia sudah seperti pelaku bom bunuh diri (suicide bomber) saat ini," tulis Jamil dalam salah satu pesan teksnya, merujuk pada betapa hancurnya citra Lively di mata publik.

Lebih lanjut, Jamil mengomentari bagaimana Lively baru mengunggah sumber bantuan KDRT setelah mendapatkan desakan luar biasa dari netizen.

Menurut Jamil, langkah tersebut terasa tidak tulus.

"Sangat dingin, cuma beberapa statistik dan sebuah tautan. Saya belum pernah melihat aksi penjahat (villain act) yang sebizarre ini sebelumnya. Dia benar-benar sudah tamat."

Setelah pesan-pesan pedas tersebut viral, Jameela Jamil langsung memberikan klarifikasi melalui media sosialnya. Ia tidak membantah pesan tersebut, namun ia menyerang balik tuduhan dirinya adalah seorang feminis gadungan hanya karena mengkritik sesama perempuan.

Dalam video pernyataannya, Jamil menegaskan bahwa menjadi feminis tidak berarti harus memberikan dukungan buta kepada setiap individu perempuan, terutama jika mereka melakukan kesalahan.

"Guys, feminisme berarti memperjuangkan kesetaraan politik, sosial, dan ekonomi untuk perempuan. Itu tidak berarti kalian harus menyukai setiap perempuan. Itu tidak berarti kalian harus berteman dengan setiap perempuan," ujar bintang The Good Place tersebut.

Ia juga menambahkan sindiran mengenai ekspektasi publik terhadap gerakan perempuan.

"Feminisme bukan acara menginap bersama (sleepover) di mana kita semua duduk melingkar dan saling mengepang rambut. Kamu bisa berselisih dengan perempuan lain, kamu bisa mengkritik tindakan mereka, selama kamu tetap percaya bahwa mereka berhak atas hak asasi yang sama dengan laki-laki."

Bocornya pesan-pesan ini merupakan bagian dari perang hukum yang lebih besar antara Blake Lively dan Justin Baldoni.

Lively telah mengajukan tuduhan pelecehan seksual dan perilaku tidak profesional terhadap Baldoni di lokasi syuting. Sebaliknya, pihak Baldoni mengklaim adanya upaya terorganisir untuk menghancurkan kariernya.

Jamil sendiri merasa bahwa namanya terseret ke dalam 'perang PR' yang kotor. Di akhir klarifikasinya, ia ngaku bosen terhadap drama selebriti yang menutupi isu-isu dunia yang lebih mendesak.

"Sejujurnya, saya sudah tidak peduli. Kita semua sudah muak mendengar tentang film yang membosankan ini dan drama orang-orang kaya ini. Mari kita bicara tentang hal yang benar-benar penting," tutup Jamil.


(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO