×
Ad

Detikcom Year in Review 2025

Peristiwa Penting di Dunia Musik Sepanjang 2025

Dicky Ardian - detikPop
Sabtu, 27 Des 2025 18:54 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

2025 bisa dibilang jadi salah satu tahun paling ramai buat dunia musik, bukan cuma soal rilisan dan konser, tapi juga drama, polemik, sampai gerakan sosial yang bikin industri ini ikut bergetar.

Dari festival yang harus beradaptasi dengan kondisi sosial-politik, konser-konser yang batal dadakan, kisruh royalti yang belum kelar-kelar, sampai musisi dunia yang angkat sikap soal perang dan kemanusiaan.

Ini dia rangkuman peristiwa penting di dunia musik sepanjang 2025.

1. Keramaian di Pestapora 2025

Pestapora 2025 datang dengan konsep yang agak beda dari biasanya. Tahun ini, open gate dibuka sejak pukul 8 pagi. Keputusan ini diambil buat menyesuaikan kondisi Indonesia yang lagi ramai aksi demo, supaya penonton nggak perlu pulang terlalu larut malam dan tetap aman.

Alih-alih jadi masalah, konsep "konser pagi" ini justru ngasih pengalaman baru buat penonton. Banyak yang merasa suasananya lebih segar, lebih santai, dan nggak terlalu capek seperti konser malam hari pada umumnya.

Nadia, salah satu penonton, mengaku cukup menikmati vibe nonton konser di pagi hari.

"Unik sih, masih fresh juga pagi-pagi gini," kata Nadia saat ditemui di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2025).

"Kebetulan aku morning person, energi masih penuh-penuhnya," tutur Intan, penonton Pestapora pada kesempatan yang sama.

Di luar soal jam buka yang unik, Pestapora 2025 juga ramai dibahas karena kabar sejumlah musisi yang memilih mundur. Alasannya, ada kerja sama penyelenggara festival dengan salah satu brand yang dianggap tidak sejalan dengan pandangan personal para musisi tersebut.

2. Banyak Konser Ditunda-Batal

Pestapora bukan satu-satunya yang berdampak atas memanasnya situasi sosial-politik di Indonesia pada 2025. Banyak konser dan festival musik terpaksa dibatalkan atau ditunda demi alasan keamanan bersama.

Salah satu yang paling disorot adalah konser EPIK HIGH di Mahaka Square, Jakarta Utara, yang dijadwalkan pada 31 Agustus 2025. Konser ini resmi dibatalkan karena situasi yang dianggap tidak memungkinkan oleh promotor.

Festival SAMFEST 2025 di Bekasi yang seharusnya digelar di tanggal yang sama juga bernasib serupa. Alasan keamanan kembali jadi pertimbangan utama. Hal yang sama terjadi pada konser Efek Rumah Kaca dan The Signals di August Rush Bekasi, showcase akustik Barasuara di Jakarta, hingga Localfest Bandung yang ditunda setelah kota tersebut ditetapkan siaga 1.

Paling bikin fans patah hati tentu konser reuni Peterpan The Journey Continues di Eldorado Dome, Bandung. Konser ini ditunda hanya beberapa jam sebelum dimulai, meski akhirnya konser berjalan juga di kemudian hari.

Selain itu, Maju Besar Fest 2025 di Cilacap, konser Lomba Sihir, Festival Mandalika Suka Suka, hingga Festival Under Sky of Tokyo juga ikut terdampak. Beberapa ditunda, sebagian memberi opsi refund atau pemakaian tiket di jadwal baru.

3. Drama Perjuangan Royalti dari AKSI dan VISI

Isu royalti dan hak cipta jadi topik panas sepanjang 2025. Dua gerakan yang paling sering disorot adalah VISI (Vibrasi Suara Indonesia) dan AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia). Keduanya sama-sama peduli soal nasib musisi, tapi punya pendekatan yang berbeda.

AKSI tampil lebih frontal. Lewat ketua umumnya, Piyu, mereka secara terbuka menyoroti LMKN dan bahkan menyebut pembubaran jika tidak transparan.

"Kalau gak sepakat, ya bubarkan saja LMKN. Lebih tepatnya begitu sih. Kita bukan nyari ribut, tapi minta keterbukaan. Karena ini menyangkut hajat hidup ribuan pencipta lagu di Indonesia," kata Piyu.

VISI, yang diisi nama-nama populer seperti Armand Maulana dan Ariel NOAH, cenderung lebih soft. Mereka fokus pada edukasi publik dan perbaikan sistem lewat jalur hukum, termasuk uji materiil ke Mahkamah Konstitusi soal UU Hak Cipta.

Perbedaan paling terasa ada di soal direct license. AKSI menganggapnya sah dan sesuai UU, sementara VISI mengingatkan soal dampak di lapangan, terutama buat musisi kecil dan penyanyi pemula.

Meski sering terlihat berbeda pandangan, ujungnya VISI dan AKSI punya tujuan yang sama: sistem royalti yang adil, transparan, dan bikin musisi Indonesia bisa hidup dari karyanya sendiri.



Simak Video "Video Kaleidoskop 2025: 10 Berita Sains dan Teknologi Terheboh"


(dar/wes)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork