Detikcom Year in Review 2025

10 Konser di Indonesia Paling Fenomenal 2025

Dicky Ardian
|
detikPop
Konser Linkin Park From Zero World Tour Jakarta digelar Minggu (16/2/2025) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Linkin Park (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - 2025 jadi salah satu tahun paling gila buat penikmat konser di Indonesia. Dari band punk legendaris, rock alternatif, diva pop dunia, sampai musisi lokal level dunia, semuanya hadir dan meninggalkan cerita yang bakal dikenang lama.

Ini bukan sekadar konser, tapi momen kolektif yang bikin penonton pulang dengan suara habis dan hati penuh.

Berikut deretan konser paling fenomenal sepanjang 2025 di Indonesia.

1. Green Day Live in Jakarta

Green Day akhirnya menuntaskan penantian hampir tiga dekade fans Indonesia lewat konser di Pantai Carnaval Ancol, 15 Februari 2025. Sejak sore, lautan manusia berpakaian hitam sudah memadati area konser, lengkap dengan atribut khas Billie Joe Armstrong: dasi merah, eyeliner, dan semangat punk yang masih menyala.

Konser dibuka pukul 19.50 WIB lewat The American Dream Is Killing Me, langsung bikin venue meledak. Billie, Mike Dirnt, dan TrΓ© Cool tampil solid, penuh energi, dan tanpa basa-basi. Interaksi Billie yang terus menyebut Jakarta dan Indonesia sukses bikin penonton makin menggila.

Momen ikonik datang saat Welcome to Paradise, ketika Billie meminta penonton menurunkan ponsel.

"No phone, jangan ada yang merekam. Kamu tidak membutuhkan itu sekarang," ujar Billie Joe di panggung, Sabtu (15/2/2025).

Puncaknya, Billie mengalungkan bendera Merah Putih di tubuhnya saat Give Me Novacaine, mengubah konser ini jadi perayaan emosional yang ditutup manis lewat Good Riddance (Time of Your Life).

2. Maroon 5 in Asia 2025

Jakarta International Stadium berubah jadi lautan emosi saat Maroon 5 naik panggung. Animals jadi pembuka yang langsung menggetarkan stadion, disusul One More Night dan This Love yang bikin penonton bernyanyi tanpa henti.

Adam Levine tampil karismatik dan super komunikatif. Ia bahkan meminta "pelukan massal" dari penonton.

"Senang bertemu kalian malam ini, bisakah aku meminta pelukan yang besar? Dalam hitungan ketiga, berikan aku dan band pelukan!"

Histeria memuncak saat Adam melepas singletnya di Makes Me Wonder, lalu konser berubah sendu ketika ribuan lampu ponsel menyala saat Memories.

"Kita nyanyikan bersama lagu Memories. Setiap orang punya alasan sendiri untuk menyanyikan lagu ini."

Konser ditutup megah lewat Sugar, dengan Adam menegaskan cinta Maroon 5 untuk Jakarta.

3. Alesana - The Southeast Asia Tour 2025

Alesana akhirnya membayar lunas rasa kecewa fans setelah pembatalan tahun lalu. Bertempat di Kuningan City Ballroom, konser ini terasa intim tapi brutal secara emosional.

Mereka langsung menghajar lewat It Was Dark and Stormy Night, dilanjutkan The Murderer dan Hand in Hand With the Damned. Energi emo-post hardcore khas Alesana terasa mentah dan jujur.

Momen nostalgia datang saat Seduction dan Ambrosia dibawakan, membuat venue serasa kembali ke era MySpace.

"Lagu ini, kami bawakan khusus untuk kalian yang ada di Jakarta," kata Dennis Lee.

Konser ditutup dengan The Thespian dan Apology, meninggalkan kesan puas dan katarsis.

4. Linkin Park - From Zero World Tour

Penantian 14 tahun penggemar Linkin Park di Indonesia akhirnya lunas pada Minggu (16/2/2025). From Zero World Tour mampir ke Jakarta dan langsung membuktikan bahwa band ini masih punya daya ledak besar, meski sudah melewati banyak fase kehilangan dan perubahan personel.

Konser dibuka dengan Somewhere I Belong, lagu yang langsung memancing ledakan emosi. Ribuan suara menyatu di bagian reff, seolah menumpahkan rindu yang tertahan bertahun-tahun. Tanpa memberi jeda panjang, Linkin Park lanjut dengan Crawling dan New Divide, menjaga tensi tetap panas sejak awal.

Momen penting datang saat Mike Shinoda mengenalkan keluarga baru mereka di panggung.

"Terima kasih atas dukungan kalian untuk kami, musik kami, di album From Zero dan dukungan untuk Emily dan Collin," ujar Mike di panggung.

Sorakan penonton langsung mengarah ke Emily Armstrong, yang meski masih terlihat malu-malu, tetap berhasil membangun koneksi emosional dengan penonton. Konser ditutup penuh harapan lewat janji Mike Shinoda.

"Kami akan kembali lagi secepatnya!"

5. NIKI - Buzz World Tour

Konser hari pertama Buzz Around The World Tour di Jakarta jadi bukti bahwa NIKI bukan sekadar penyanyi pop, tapi storyteller yang matang secara artistik. Meski baru naik panggung pukul 21.00 WIB, energi penonton tak sedikit pun surut.

NIKI membuka set lewat Buzz, lalu mengajak penonton 'keliling dunia' lewat lagu-lagunya.

"Aku menulis semua lagu-lagu ini (khususnya di album Buzz) ketika sedang mengarungi dunia, dan sekarang aku semua keliling ya bareng Buzz," ujar NIKI di panggung, Jumat (14/2/2025).

Yang bikin konser ini makin berkesan adalah empati NIKI ke penonton. Ia beberapa kali menghentikan konser demi memastikan kondisi fans aman.

"Stop dulu, itu di sana bagaimana apakah aman? Ada apa? Pingsan?"

Sisi emosional memuncak saat La La Lost You, Oceans & Engines, hingga cover Iris dan Kiss Me. Konser ditutup manis lewat High School in Jakarta, membuat malam itu terasa personal sekaligus membanggakan.

6. Mariah Carey - The Celebration of Mimi

Konser The Celebration of Mimi di Sentul menjadi pengalaman yang kompleks: penuh nostalgia, tapi juga menyisakan rasa andai. Mariah Carey tetap tampil sebagai legenda dengan katalog lagu yang nyaris tak tertandingi.

Setelah membuka dengan lagu baru Type Dangerous, Mimi langsung membawa penonton bernostalgia lewat Emotions, Vision of Love, dan Dreamlover. Act 2 menjadi titik paling kuat saat Hero, Without You, dan Always Be My Baby dibawakan beruntun.

Namun, minimnya interaksi dan absennya encore membuat konser terasa dingin di beberapa momen. Lagu penutup Fly Like a Bird seharusnya menjadi klimaks, tapi banyak penonton justru merasa We Belong Together lebih pantas menutup malam.

Meski begitu, satu hal tak terbantahkan: lagu-lagu Mariah Carey tetap hidup dan jauh melampaui waktu-bahkan ketika sang diva sendiri sudah berada di fase berbeda dalam kariernya.

7. MUSE Live in Jakarta

Setelah 18 tahun, MUSE akhirnya kembali ke Jakarta dan langsung menghantam rindu fans lewat konser yang solid dan penuh tenaga. Dari awal, jelas bahwa konser ini bukan sekadar nostalgia, tapi perayaan reunian besar.

Sorotan utama jelas datang dari Hysteria. Bassline ikonik Chris Wolstenholme langsung bikin penonton meledak.

MUSE juga membawakan Unintended, lagu yang jarang muncul di setlist, membuat momen terasa eksklusif. Matt Bellamy berusaha mencairkan suasana dengan bahasa Indonesia.

Konser ditutup dengan Starlight, lengkap dengan kembang api dan koor massal. Dominic Howard pun memberi pesan penutup.

"Kami akan kembali lagi karena kalian semua membuat kami sangat bersemangat."

8. Foo Fighters Live in Jakarta

Foo Fighters membuktikan status mereka sebagai band stadion sejati. Dave Grohl bahkan membuka konser tanpa lagu, hanya sapaan penuh energi.

"It's been a long time," katanya.

Tanpa basa-basi, Foo Fighters langsung menghajar lewat All My Life, Times Like These, dan Rope. Dave Grohl tak henti berinteraksi, bercanda, dan bernostalgia soal kunjungan terakhir mereka ke Jakarta pada 1996.

Dave bahkan membandingkan energi penonton Indonesia dengan negara lain.

"Indonesia punya penonton yang gokil banget," katanya.

Encore jadi momen paling emosional saat Everlong akhirnya dimainkan, disambut nyanyian massal yang membuat konser ini terasa seperti reuni besar antara band dan fans.

9. The Smashing Pumpkins - Rock Invasion

The Smashing Pumpkins tampil di venue yang lebih kecil, tapi justru membuat konser terasa intim dan padat energi. Billy Corgan tampil nyentrik, fokus penuh pada musik.

Meski tak banyak bicara, lagu-lagu seperti 1979, Today, dan Bullet With Butterfly Wings cukup bicara banyak. James Iha sempat menyapa penonton.

"Apa kabar Indonesia?"

Penampilan ditutup lewat Ava Adore dan Stand Inside Your Love, dengan Billy Corgan memberi tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi. Tanpa banyak gimmick, konser ini kuat karena musikalitas murni.

10. Rich Brian - Where Is My Head?

Konser Where Is My Head? World Tour di Jakarta menandai fase kedewasaan Rich Brian sebagai musisi dan performer. Ia membuka konser dengan Senja, langsung mengatur mood yang reflektif.

Brian tak ragu berbagi kisah personal sebelum membawakan lagu Ma.

"Selama tiga tahun itu, aku melewatkan banyak banget momen penting," tutur Brian.

Set akustik Curious dan Drive Safe menghadirkan suasana intimate ala Tiny Desk. Ditambah permainan instrumen langsung, konser ini terasa matang dan terkonsep.

Dengan encore Jelly Air Island, Rich Brian menutup konser dengan elegan, membuktikan ia bukan lagi fenomena sesaat, tapi artis yang benar-benar tumbuh.


(dar/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO