6 Aktor yang Karier Redup Gegara Satu Film

Asep Syaifullah
|
detikPop
Brandon Routh di Superman Returns (2006).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Membangun karier di Hollywood membutuhkan waktu bertahun-tahun, namun terkadang hanya butuh satu peran atau keputusan yang salah untuk meruntuhkan semuanya.

Baik karena kualitas film yang buruk, ulasan kritikus yang tajam, atau konflik internal, berikut adalah 6 aktor yang kariernya berubah drastis setelah membintangi satu film tertentu:

1. Alicia Silverstone - Batman & Robin (1997)

Alicia Silverstone di Batman & Robin (1997).Alicia Silverstone di Batman & Robin (1997). Foto: Dok. Ist

Setelah sukses besar lewat film komedi remaja ikonik Clueless (1995), Alicia Silverstone digadang-gadang akan menjadi bintang besar berikutnya di Hollywood.

Sayangnya, momentum tersebut hancur ketika ia berperan sebagai Batgirl dalam film Batman & Robin (1997). Film ini dihujat habis-habisan karena konsepnya yang terlalu konyol.

Alih-alih melambungkan namanya, proyek ini justru merusak reputasi Silverstone dan membuatnya kesulitan mendapatkan peran utama di film-film blockbuster setelahnya.

2. Brandon Routh - Superman Returns (2006)

Brandon Routh di Superman Returns (2006).Brandon Routh di Superman Returns (2006). Foto: Dok. Ist

Brandon Routh mendadak terkenal setelah terpilih untuk mengenakan jubah pahlawan super paling ikonik dalam Superman Returns (2006).

Meskipun performa Routh secara personal dinilai cukup baik, film garapan Bryan Singer ini mendapatkan respons yang biasa saja dan dianggap gagal memenuhi ekspektasi finansial yang besar di box office.

Akibatnya, proyek sekuelnya dibatalkan dan nama Routh langsung melekat kuat pada kegagalan film tersebut, membuat studio-studio besar enggan merekrutnya sebagai aktor utama film layar lebar.

3. Sofia Coppola - The Godfather Part III (1990)

Sofia Coppola di The Godfather Part III (1990).Sofia Coppola di The Godfather Part III (1990). Foto: Dok. Ist

Meskipun kini dikenal sebagai sutradara sukses peraih Oscar, Sofia Coppola awalnya memulai karier di depan kamera. Keputusan ayahnya, sutradara Francis Ford Coppola, untuk memasukkannya sebagai pemeran Mary Corleone dalam The Godfather Part III (1990) berujung fatal bagi karier aktingnya.

Akting Sofia dihujat habis-habisan oleh kritikus dan penggemar karena dinilai sangat kaku dan merusak intensitas film. Ulasan buruk yang masif ini seketika mematikan karier akting Sofia sebelum sempat berkembang.

4. Halle Berry - Catwoman (2004)

Cuplikan adegan dalam film Catwoman (2004).Cuplikan adegan dalam film Catwoman (2004). Foto: Dok. Warner Bros

Tidak lama setelah mencetak sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang memenangkan piala Oscar kategori Aktris Terbaik lewat film Monster's Ball, Halle Berry mengambil peran utama dalam Catwoman (2004).

Film pahlawan super ini gagal total di segala lini-mulai dari naskah yang buruk hingga kostum yang aneh.

Meskipun Berry sempat memenangkan Razzie Award (dan datang langsung untuk menerimanya dengan berani), film ini merusak reputasi aktingnya dan membuatnya kesulitan mendapatkan peran berbobot selama bertahun-tahun.

5. Terrence Howard - Iron Man (2008)

Brandon Routh di Superman Returns (2006).Brandon Routh di Superman Returns (2006). Foto: Dok. Ist

Kasus Terrence Howard sedikit berbeda karena kariernya terdampak bukan oleh kualitas filmnya, melainkan oleh konflik di balik layar.

Howard sukses memerankan James Rhodes dalam film pertama Iron Man (2008) dan bahkan menjadi aktor dengan bayaran tertinggi di film tersebut.

Namun, ketika negosiasi untuk sekuelnya berjalan, pihak Marvel Studios menawarkan pemotongan gaji yang sangat besar demi membayar Robert Downey Jr. Howard menolaknya, yang akhirnya membuat perannya digantikan oleh Don Cheadle dan menutup kesempatannya untuk menjadi bagian dari waralaba terbesar di dunia.

6. Mike Myers - The Love Guru (2008)

Mike Myers di The Love Guru (2008).Mike Myers di The Love Guru (2008). Foto: Dok. Ist

Mike Myers adalah jenius komedi di balik kesuksesan besar Wayne's World, Austin Powers, dan pengisi suara ikonik Shrek.

Puncak kebebasan kreatifnya ada pada film The Love Guru (2008), di mana ia menulis, memproduseri, dan membintanginya sendiri. Sial baginya, humor dalam film ini dinilai sangat garing, ofensif, dan tidak lucu.

Film ini gagal total di box office dan seketika mengakhiri era emas Mike Myers sebagai bintang komedi utama di Hollywood.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO