Dead-End Job: Kerja Serabutan Berdarah
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Pertama kali kita bertemu dengan Byeon Hyuk-jun (Lee Jae-wook), dia sudah siap untuk mengakhiri semuanya. Ia sudah siap lompat dari jembatan dan meninggalkan keluarganya.
Tidak susah untuk melihat kenapa Hyuk-jun memutuskan melakukan ini. Seperti banyak orang Korea Selatan lainnya, Hyuk-jun mempunyai hutang yang menggunung.
Kerja kerasnya tidak bisa melunasi hutangnya, hanya bisa menghapus sebagian bunganya. Kecuali Hyuk-jun tiba-tiba mendapatkan warisan yang banyak, ia tak akan bisa membayar seluruh hutangnya.
Saat Hyuk-jun mencoba bunuh diri, ia melihat sebuah pamflet yang tertempel di jembatan. Ada sebuah perusahaan bernama Spyder Human Resource Center yang menawarkan pekerjaan serabutan dengan gaji berkali-kali lipat.
Hyuk-jun bertemu dengan pemiliknya, Mr. S (Lee Hee-joon), yang mengkonfirmasi bahwa pekerjaan yang ditawarkan agensinya memang memberikan imbalan yang besar. Tidak hanya itu, jika Hyuk-jun bisa menyelesaikan pekerjaan malam ini, tarif gajinya akan naik berkali-kali lipat keesokan harinya.
Dead End Job (2026). Foto: Dok. Netflix |
Malam itu Hyuk-jun menerima pekerjaan menjadi pegawai minimarket. Dan malam itu Hyuk-jun akhirnya mengerti kenapa Mr. S memberikan gaji yang besar bagi siapa pun yang datang kepadanya.
Review:
Dead-End Job, serial terbaru karya sutradara Kim Da-min, akan mengingatkanmu dengan Squid Game. Karakter utamanya sama-sama miskin dan kepepet secara finansial. Ada permainan maut yang melibatkan nyawa menghilang.
Semakin lama ikut permainan ini, karakternya akan semakin kaya. Perbedaan besarnya adalah Squid Game menggunakan dunia yang realis-apa yang terjadi di layar, bisa saja terjadi di dunia nyata. Dead-End Job bersenang-senang dengan Dunia Lain, monster dan hantu.
Baca juga: The Intern: Petualangan Kakek Magang |
Premis yang ditawarkan Dead-End Job sesungguhnya sangat menarik. Tidak banyak waktu bagi serial ini untuk memperlihatkan daya tariknya. Begitu Hyuk-jun menjadi pegawai minimarket di episode pertama, kejadian aneh bermunculan.
Adanya catatan dari pegawai shift sebelumnya tentang suara misterius di ruang inventaris dan penggunaan salib untuk menghalau "semua yang bukan manusia", membuat suasana angkernya terasa.
Setelah dari pekerjaan pertama, Hyun-juk akhirnya mengerjakan pekerjaan kedua (menjadi sopir) dan pekerjaan-pekerjaan yang lain. Tentu saja semakin lama, pekerjaan yang dilakukan Hyun-juk tidak masuk akal.
Dead End Job (2026). Foto: Dok. Netflix |
Dead-End Job sebenarnya menawarkan sebuah misteri yang baik. Masalahnya adalah semakin lama kita menyaksikan petualangan Hyun-juk, semakin terasa bahwa cerita ini seperti potongan misteri yang kurang berkesinambungan.
Mitologi Dunia Lain dan peraturan yang harus dilakukan oleh karakter-karakternya lebih banyak memberikan pertanyaan baru alih-alih memberikan jawaban yang jelas. Ada usaha untuk menjelaskan semuanya di menit-menit terakhir, tapi jawaban ini terasa buru-buru dan juga kurang jelas.
Salah satu alasan kenapa Squid Game gampang diikuti dan akhirnya menjadi fenomena adalah betapa sederhanannya peraturan yang dibuat oleh pembuatnya. Mainkan permainan ini dan kalau kamu berhasil, kamu akan lolos ke babak berikutnya.
Dead-End Job juga memiliki aturan yang sama. Perbedaannya adalah penonton dan karakter utamanya ada di posisi yang sama. Kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan atau tidak kita lakukan.
Dead End Job (2026). Foto: Dok. Netflix |
Agak susah untuk peduli dengan nasib karakter utamanya kalau kita tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Yang juga lumayan mengganggu adalah bagaimana karakter utamanya terus-terusan panik di setiap petualangan yang ia harus hadapi.
Tentu saja masuk akal bagi orang yang tidak pernah melihat monster untuk terus panik. Tapi ia harus belajar dari kesalahannya dan berubah menjadi orang yang agak lebih tangguh untuk membuat penonton peduli dengan nasibnya. Hyun-juk dari awal episode sampai akhir terus-terusan berteriak dan panik, sama sekali tidak menunjukkan pengembangan karakter.
Ditutup dengan cliffhanger yang lumayan bisa ditebak, Dead-End Job sebenarnya lumayan menghibur. Presentasi audio-visualnya memanjakan mata. Efek visualnya megah. Varian monster dan jurignya lumayan menarik.
Durasinya pun bersahabat-rata-rata hanya setengah jam per episode. Meskipun serial ini sangat bingeable-saya menyaksikan semua episodenya sekali duduk-tapi Dead-End Job lebih banyak memberikan saya kebingungan daripada kejelasan.
Semoga kalau ada musim berikutnya, serial ini akhirnya memberikan kejelasan yang membuat semuanya menjadi lebih masuk akal.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



