Laut Bercerita: Tentang Mereka yang Tak Pernah Pulang

Rakhmad Hidayatulloh Permana
|
detikPop

EDITORIAL RATING

-

AUDIENCE RATING

-
Laut Bercerita (2026)

Sinopsis:

Laut Bercerita adalah film yang diadaptasi dari novel best seller berjudul sama dari Leila S Chudori. Film ini mengisahkan tentang kehidupan aktivis mahasiswa pada masa Orde Baru.

Kisah film ini berpusat pada tokoh utamanya, Biru Laut (Reza Rahadian), seorang mahasiswa sastra di Yogyakarta. Di sana, Laut bergabung dengan kelompok studi kritis bernama Winatra. Laut mulai berkenalan dengan Kinanti (Dian Sastrowardoyo) dan mahasiswa kritis lainnya.

Selain Kinanti, Laut berkenalan dengan Anjani (Eva Celia) yang nanti menjadi kekasihnya. Selama berkuliah, Laut begitu aktif memperjuangkan hak-hak mereka yang terpinggirkan. Hingga akhirnya, pergerakan Laut dan kawan-kawannya terlacak oleh penguasa.

Laut dan kawan-kawannya menjadi pelarian. Mereka diburu karena dianggap sebagai tokoh subversif. Meskipun begitu, Laut tak pernah takut dengan segala marabahaya ini. Laut yakin, bahwa perlawanan terhadap kekuasaan yang zalim tak boleh berhenti.

Review:

Sangat menyenangkan sekali akhirnya bisa menonton Laut Bercerita dalam versi film panjangnya. Sebab, novelnya sendiri termasuk novel yang dituturkan dengan sangat filmis.

Pada umumnya, film yang diangkat dari buku, rentan membuat pembacanya kecewa lantaran bisa merusak imajinasi, tapi untuk Laut Bercerita, saya bisa berkompromi. Sang sutradara, Yosep Anggi Noen cukup berhasil untuk menjaga 'jiwa perlawanan' pada cerita novel ke dalam film.

Laut Bercerita (2026)Laut Bercerita (2026) Foto: Dok. Ist

Laut Bercerita juga menandai kembalinya Anggi Noen kepada nafasnya yang dulu: realisme orang-orang pelarian. Setelah Istirahatlah Kata-Kata (film biopik penyair Wiji Thukul), Anggi memang sempat menjajal beberapa film eksperimental yang kualitas ceritanya sedikit meleset. Lewat Laut Bercerita, Anggi pun terbukti cukup fasih dalam menggarap film gaya realis seperti ini.

Untuk filmnya sendiri, satu jam pertama adalah tontonan yang sangat menyenangkan. Penonton diajak untuk menelusuri kehidupan Laut sebagai mahasiswa. Kehidupan Laut selama kuliah tak jauh-jauh dari buku dan tulis-menulis.

Selain itu, tak lupa juga ada sedikit gambaran bagaimana para mahasiswa kere hidup hemat dengan memelas untuk tambahan lauk di warung makan.

Semua gambaran-gambaran ini sungguh menyenangkan. Kehidupan mahasiswa hanya berkutat antara buku, pesta dan cinta. Bagi mereka yang pernah menikmati masa muda seperti itu, film Laut Bercerita bisa memantik rasa rindu.

Setelah satu jam pertama, nuansa film perlahan berubah. Hal-hal yang menggembirakan berubah menjadi sedikit mencekam. Kelam dan penuh ancaman. Kegiatan Laut dan kawan-kawannya mulai terpantau intel. Aksi kucing-kucingan pun dimulai.

Laut Bercerita (2026)Laut Bercerita (2026) Foto: Dok. Ist

Laut dan kawan-kawannya akhirnya menjadi orang-orang pelarian. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Berganti nama samaran dari satu nama yang aneh ke nama aneh lainnya. Semua dilakukan agar tak terendus oleh penciuman para intel.

Dalam masa pelarian ini, Laut hidup dalam ketidakpastian. Laut merindukan keluarganya, tapi ia tak bisa pulang. Tak bisa melakukan apa-apa selain berkabar dalam persembunyian.

Bahkan, ada titik di mana anak-anak muda ini lelah dengan yang mereka alami. Mereka pun bertanya, bagaimana mungkin negara takut dengan para pemuda tak bersenjata? Padahal, yang mereka lakukan hanya membaca buku dan menulis. Bagian ini terasa begitu getir sekaligus cocok sebagai satir.

Laut Bercerita (2026)Laut Bercerita (2026) Foto: Dok. Ist

Sayangnya, film ini tak terlalu banyak menyediakan waktu bagi penonton untuk menghayati kesedihan para korban. Saat penonton sudah mulai bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ayah, ibu, adik dan kekasih Laut, film bergerak dengan agak terburu-buru.

Rasanya seperti orang belum tuntas menyeka air mata dan mengusap ingus, tapi sudah disuruh untuk berangkat bekerja.

Namun, hal ini tetap bisa dimaklumi. Karena memang cerita dramatis tentang 'mereka yang hilang' ini terasa lebih pas jika dijadikan series film.

Kendati demikian, Laut Bercerita adalah film yang penting pada tahun ini. Laut Bercerita bukan hanya bercerita tentang mereka yang tak pernah pulang. Laut Bercerita menjadi pengingat bahwa tragedi pilu ini tak boleh terulang kembali.

Laut Bercerita tayang di jaringan bioskop Indonesia.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE