Sinopsis:
Ada beberapa film yang cara paling sedap untuk menikmatinya adalah pergi ke bioskop tanpa mengetahui apa pun soal film tersebut. Kenikmatan utamanya terletak pada setiap kejutan yang ada di dalamnya.
Digger, film terbaru Alejandro González Iñárritu dengan mega bintang Tom Cruise sebagai pemeran utamanya, adalah salah satu film tersebut.
Film ini menginginkan penontonnya untuk tidak tahu apa-apa soal apa yang sebenarnya terjadi, semua materi promosi yang dilakukan Warner Bros. terasa sangat ambigu. Tapi satu yang perlu kamu tahu: Digger bukan film musikal.
Baca juga: Unabomber: Monster Di Balik Teror Bom |
Secara singkat film ini bercerita tentang Digger Rockwell (Tom Cruise), seorang raja minyak kaya raya, yang sebentar lagi akan bertanggung jawab atas kiamat kecil di Eropa. Seperti kebanyakan orang kaya raya brengsek yang lain, Digger sama sekali tidak peduli dengan isu-isu serius.
Ia lebih peduli dengan nasib kucingnya Maggie yang sudah berusia 30 tahun. Semua orang di sekelilingnya tahu bahwa Maggie seharusnya sudah meninggal dunia tapi Digger menolak mengakui fakta ini-bahkan kalau wujud si kucing lebih menyerupai mayat daripada kucing beneran.
Pagi itu Digger mendapatkan informasi bahwa kilang minyaknya di Alaska membuat gas metana bocor. Es jadi retak dan tinggal menunggu waktu sebelum bencana terjadi.
Dan benar saja, tak lama setelah memaki-maki karyawannya sendiri, Dr. Ganesh (Riz Ahmed) yang mempunyai status sebagai kepala keselamatan lingkungan, mengatakan bahwa es seukuran Maryland-atau empat kali ukuran jabodetabek-sedang hanyut dan sepertinya akan menabrak Norwegia.
Kalau ini terjadi, akan terjadi tsunami dan kemungkinan jutaan nyawa akan melayang. Digger dan bestienya, Presiden Compson (John Goodman), harus mencari cara untuk mencegah ini terjadi. Atau seperti yang dilakukan oleh banyak politikus dan orang kaya brengsek lainnya: bagaimana lari dari tanggung jawab.
Review:
"Subtil" bukanlah kata yang kerap untuk menggambarkan film-film Iñárritu. Tiga film pertamanya-Amores perros, 21 Grams dan Babel-adalah mosaic tentang orang-orang menderita dengan penggambaran yang sangat realistis, siapa pun bisa merasakan betapa terpuruk karakter-karakter tersebut.
Meskipun Iñárritu akhirnya mulai bermain-main dengan elemen surealis atau mega bintang dengan bujet raksasa-Birdman dan The Revenant-emosi yang ditawarkan film-film tersebut tetap hardcore. Subtil tidak pernah ada di kamus Iñárritu dan itu yang terjadi dalam Digger.
Ada banyak kritikan yang mengatakan bahwa film ini adalah Iñárritu dalam mode yang terlalu ambisius. Bagaimana pun juga Digger adalah sebuah komedi satir dengan bujet ratusan juta dollar-konon sampai menyentuh angka 160 juta dollar.
Digger yang ditulis oleh Iñárritu bersama Alexander Dinelaris, Nicolás Giacobone dan Sabina Berman ini memang kadang terasa terlalu asyik sendiri. Sebelum twist pertama muncul di menit 35, Digger akan membuat penonton bertanya-tanya sebenarnya apa cerita film ini.
Iñárritu dan tim penulisnya terlalu bersenang-senang untuk bermain-main dengan cara bertutur mereka-dan dunia rekaan yang mereka bangun-sampai di titik dimana Digger terasa seperti sebuah perayaan seni yang pretensius.
Tapi untungnya, ada titik dimana Digger menjadi masuk akal. Begitu Iñárritu membuka tirai dan menunjukkan apa yang sebenarnya sedang diceritakan film ini, Digger menjadi sebuah tontonan yang sungguh mengasyikkan.
Memang butuh waktu sampai di poin ini, tapi kejutan yang muncul menjadi informasi yang penting-yang akhirnya membuat Digger tidak hanya sebagai satir yang menggigit tapi juga gambaran akan masa depan yang begitu gelap.
Dengan konsep yang diusung, Digger memang menjadikan Tom Cruise sebagai menu utamanya. Para pendukungnya-dari Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Huller, Michael Stuhlbarg, sampai Jesse Plemons-memang bermain dengan cukup oke tapi Digger memang milik Tom Cruise seorang.
Ia mendapatkan porsi yang besar dengan karakter yang begitu over-the-top dan Tom Cruise memainkan karakter ini dengan baik. Make-up-nya yang sengaja dibuat tua dan bentuk fisiknya yang dibuat buruk ternyata bukan trik. Mereka adalah pendukung untuk membuat Tom Cruise meyakinkan sebagai orang yang bertanggung jawab atas bencana yang terjadi.
Tentu saja dengan bujet yang bukan main mahalnya, Digger adalah sebuah tontonan yang sangat memanjakan mata. Kamera Emmanuel Lubezki tidak perlu diragukan lagi untuk menangkap kemegahan dunia Digger.
Desain produksi dari Dennis Gassner akan membuatmu percaya bahwa di masa depan Bumi memang sesuram itu. Sementara itu scoring dari Cosmo Sheldrake membuat kisah tentang orang-orang brengsek yang sayangnya menjadi pemimpin dunia ini menjadi semakin depresif.
Digger mungkin memang bukan untuk semua orang tapi kalau kamu memilih untuk menyaksikannya, kamu tidak akan pernah melupakan kisah-atau mungkin ramalan masa depan?-ini.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
Simak Video "Video Pose Penuh Aksi Tom Cruise di Premiere 'Mission Impossible' London"
(ass/ass)