The Drama: Ketika Kejujuran Merusak Segalanya
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
The Drama menceritakan Charlie dan Emma, sepasang kekasih yang tengah berbahagia dalam masa pertunangan dan menghitung hari hingga upacara pernikahan mereka.
Kisah cinta mereka cukup lucu dan manis di awal. Charlie bak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Emma ketika sama-sama berada di kafe. Charlie pun mencoba mendekati Emma yang sedang asyik membaca.
Ia sempat mencoba memulai percakapan, tapi Emma tampak mengabaikannya. Hal itu membuat Charlie kembali ke meja dengan perasaan canggung.
Charlie kembali menghampiri Emma untuk meminta maaf jika perilakunya dianggap mengganggu. Saat itu lah, Emma akhirnya menyadari kehadiran Charlie. Emma menjelaskan bahwa ia mengalami gangguan pendengaran di satu telinganya sehingga tidak mendengar sapaan Charlie sebelumnya.
Tergerak oleh kejujuran tersebut, Emma justru mengundang Charlie untuk mencoba menyapanya sekali lagi dengan cara yang benar. Momen itu pun menjadi titik awal dari hubungan romantis yang membawa mereka pada kencan. Hingga dua tahun berselang, hubungan mereka telah berkembang pesat.
Review:
Setiap pasangan yang mau menikah harus jujur dengan pasangannya. Tujuannya jelas: agar mereka benar-benar tahu satu sama lain. Charlie (Robert Pattinson) pertama kali bertemu dengan Emma (Zendaya) di sebuah café. Kecantikan Emma terlalu memukau sampai Charlie harus melakukan segala kegiatan akrobatik-termasuk mencuri lihat buku yang dibaca Emma dan mengaku bahwa ia sudah membacanya-untuk menarik perhatian perempuan tersebut. Usahanya tidak berjalan lancar, terutama karena ia tidak tahu bahwa telinga Emma tuli sebelah. Tapi kelucuan momen ini membuat keduanya dengan cepat langsung menjadi pasangan serasi.
Dua tahun kemudian, seminggu sebelum pernikahan mereka, Charlie dan Emma sibuk dengan persiapan pernikahan. Drama demi drama terjadi. Guru tari mereka terlalu nyolot sampai DJ yang akan mereka sewa jasanya sepertinya terlalu kasual menikmati narkoba. Malam itu, saat mencoba hidangan untuk pesta pernikahan Charlie dan Emma curhat dengan sahabat mereka yang juga akan bertugas sebagai best man dan maid of honor, Mike (Mamoudou Athie) dan Rachel (Alana Haim).
Disinilah The Drama yang ditulis dan disutradarai oleh Kristoffer Borgli mengeluarkan bisanya. Dalam permainan nekat berjudul "Sebutkan Hal Terburuk Yang Pernah Kau Lakukan", mereka saling berbagi pengalaman mereka. Charlie, Mike dan Rachel menceritakan cerita mereka. Lalu giliran Emma. Begitu Emma selesai bercerita, mulut Rachel terbuka sementara Charlie masih tertawa-tawa. Ia tidak tahu betapa seriusnya pengakuan Emma barusan.
Di atas kertas The Drama adalah sebuah romantic comedy. Formulanya hadir semua: tokoh utama yang diperankan oleh bintang-bintang yang rupawan, kisah cinta yang menggemaskan, adegan-adegan romansa, adegan-adegan lucu yang menggelikan. Semuanya dibungkus dalam visual yang oke oleh sinematografer Arseni Khachaturan. Tapi The Drama adalah film buatan A24. Tentu saja ia bukan sekedar romantic comedy.
Borgli, yang sebelumnya membuat Dream Scenario juga untuk A24, menangkap The Drama dengan nakal. Saya tidak akan memberi tahu plot besar yang membuat hidup Charlie dan Emma kalang kabut, tapi isu yang dibahas oleh Borgli dalam film ini adalah sesuatu yang serius dan penting. Borgli memang tidak memberikan jawaban atas fenomena yang ia angkat. Ia justru memberikan pertanyaan yang penting kepada penonton: apakah kamu masih tetap akan menikahi pasanganmu kalau kamu tahu dia hampir melakukan kesalahan yang fatal? Saya yakin, tidak sedikit orang yang akan berdikusi tentang The Drama setelah film ini selesai.
Dari segi plot, film ini memang tidak mempersembahkan sesuatu yang spesial. Sepasang kekasih yang menghadapi pernikahan yang berakhir bencana sudah kita saksikan beberapa kali di film-film lain. Yang membuat The Drama menjadi spesial-dan layak untuk ditonton di bioskop bersama teman-teman-adalah bagaimana ia mempersembahkan ceritanya.
Editor Joshua Raymond Lee bersama Borgli mengatur tatanan adegan untuk membuat penontonnya tetap fokus. Realita, memori dan imajinasi bercampur menjadi satu. Adegan sengaja dipotong di tengah-tengah momen untuk mempertajam dramatisasi momen. Ditambah dengan musik dari Daniel Pemberton yang begitu menghantui-musiknya dibuat seakan-akan semua orang mengetahui rahasiamu- The Drama menjadi sebuah tontonan yang tidak biasa.
Baca juga: Zendaya Ungkap Season 3 Jadi Akhir Euphoria |
Zendaya dan Robert Pattinson jelas lebih dari kompeten untuk menjadi Emma dan Charlie. Dari menit pertama bertemu, saya langsung percaya bahwa mereka pasangan. Tapi kejeniusan casting film ini tidak hanya ada pada mereka. Alana Haim sebagai Rachel adalah antagonis yang sempurna. Mamoudou Athie adalah best man yang bisa diandalkan. Zoe Winters akan membuatmu tertawa karena ia bisa membuat adegan canggung menjadi seratus kali lipat lebih menghebohkan. Hailey Gates sebagai Misha akan membuatmu teriak di saat yang dibutuhkan.
The Drama bukan hanya sekedar tontonan ringan. Ini adalah sebuah hiburan epik yang didesain untuk membuatmu tertawa dengan semua orang di dalam kegelapan bioskop. Datang ke pesta pernikahan ini dan saksikan dramanya yang mengharu biru.
The Drama dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
| Genre | Romance, Dark Comedy, Psychological Romance |
| Runtime | 1 jam 45 menit |
| Release Date | 3 April 2024 |
| Production Co. | Studio A24 |
| Director | Kristoffer Borgli |
| Writer | Kristoffer Borgli |
| Cast | Zendaya, Robert Pattionson, |











































