Sinopsis dan Trailer Gohan (2026): Si Anjing Hidung Merah Muda yang Bikin Nangis

Asep Syaifullah
|
detikPop
Gohan (2026).
Foto: Dok. GDH
Jakarta - Industri perfilman Thailand kembali membuktikan taringnya dalam meracik kisah drama yang menyentuh hati para penonton.

Tahun ini, perhatian dunia tertuju pada sebuah proyek ambisius berjudul Gohan dari GDH 559. Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 14 Mei 2026 ini bukanlah sekadar film tentang hewan peliharaan biasa, melainkan sebuah refleksi tentang kesepian, cinta tanpa syarat, dan arti sebuah kepulangan.

Gohan mungkin terdengar akrab di telinga penggemar anime, namun lupakan sejenak jurus Kamehameha dari putra Goku tersebut.

Gohan di sini adalah seekor anjing putih dengan hidung merah muda yang namanya diambil dari bahasa Jepang yang berarti "nasi" atau "makan"-sebuah simbol sederhana untuk sesuatu yang esensial bagi kehidupan.

Sinopsis Gohan

Disutradarai oleh kolaborasi epik tiga sineas papan atas Thailand, Baz Nattawut Poonpiriya, Moo Chayanop Boonprakob, dan Ta Atta Hemwadee, film ini mengadopsi struktur penceritaan non-linear yang membagi hidup Gohan ke dalam tiga fase emosional yang krusial.

Cerita dimulai dengan Pak Hiro (Yasushi Kitajima) seorang pria lanjut usia asal Jepang yang menghabiskan masa tuanya di Bangkok. Di tengah isolasi sosial dan kerinduannya pada keluarga yang jauh, Gohan hadir sebagai "penyambung nyawa".

Gohan (2026).Gohan (2026). Foto: Dok. GDH

Hubungan mereka menggambarkan fenomena Kodokushi (mati dalam kesendirian), di mana Gohan menjadi satu-satunya saksi bisu atas hari-hari terakhir Pak Hiro.

Alur kemudian bergeser pada pertemuan Gohan dengan Namcha (Poe Mamhe Tha) seorang asisten rumah tangga asal Myanmar. Ia menjaganya hingga usianya mulai beranjak tua.

Lalu ia pun bertemu dengan pemilik ketiganya, Pele (Jaonaay Jinjett) dan Jaidee (Tu Tontawan), dua mahasiswa yang memutuskan untuk merawat Gohan bersama. Di fase ini, Gohan membalas kebaikan mereka dengan cara yang istimewa, mengajarkan arti cinta dan kebersamaan.

Lewat mata Gohan, kita melihat bagaimana seekor hewan mampu memahami luka batin manusia bahkan tanpa sepatah kata pun. Pertemuan ini membawa pesan kuat bahwa terkadang, makhluk yang paling membutuhkan bantuan justru adalah mereka yang paling mampu memberi kenyamanan.

Trailer berdurasi 2 menit 30 detik yang dirilis bulan lalu telah mengumpulkan jutaan penonton di platform YouTube. Ada beberapa poin teknis yang membuat film ini sangat dinanti:

Perspektif Kamera: Sinematografer menggunakan teknik dog-eye view yang sangat konsisten, memaksa penonton merasakan dunia dari sudut pandang rendah. Hal ini menciptakan rasa kedekatan (intimacy) yang luar biasa antara penonton dan karakter Gohan.

Warna dan Atmosfer: Penggunaan palet warna hangat (warm tones) pada awal cerita perlahan berubah menjadi biru melankolis di babak kedua, mencerminkan perjalanan hidup Gohan yang penuh pasang surut.

Skor Musik: Alunan piano yang minimalis namun menusuk hati menambah bobot emosional pada adegan-adegan perpisahan yang ditampilkan sekilas di trailer.

Daya tarik utama film Gohan terletak pada akar ceritanya yang terinspirasi dari kisah nyata seekor anjing kampus bernama Hima di Institut Teknologi King Mongkut Ladkrabang (KMITL).

Seperti Hima, Gohan digambarkan sebagai sosok yang "memiliki semua orang, tapi tidak dimiliki oleh siapa pun." Film ini mengeksplorasi ironi di mana seekor anjing liar dicintai oleh seluruh komunitas namun tetap harus menghadapi dinginnya malam sendirian.

Di Indonesia, jaringan bioskop XXI telah mengonfirmasi penayangan film ini. Melihat kesuksesan film-film drama Thailand sebelumnya seperti How to Make Millions Before Grandma Dies, para kritikus memprediksi Gohan akan mendominasi box office kategori film Asia tahun ini.

Para penonton sangat disarankan untuk menyiapkan tisu. Bukan karena film ini berusaha menjual kesedihan secara murahan, tetapi karena ia mengingatkan kita pada satu kebenaran pahit: bahwa bagi manusia, seekor anjing hanyalah bagian dari hidup, namun bagi seekor anjing, manusia adalah seluruh hidupnya.




(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO