Round Up

Euphoria Kembali Tuai Kecaman

Mauludi Rismoyo
|
detikPop
Cast member Sydney Sweeney attends a premiere for the television series Euphoria in Los Angeles, California, U.S., April 7, 2026. REUTERS/Mario Anzuoni
Euphoria Kembali Tuai Kecaman. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta - Serial Euphoria kembali menuai kecaman. Kali ini terkait episode terbarunya yang menampilkan adegan sangat eksplisit melibatkan karakter Cassie Howard (Sydney Sweeney).

Dalam episode yang tayang hari Minggu malam tersebut, Cassie digambarkan sedang melakukan berbagai aktivitas untuk pelanggan OnlyFans-nya, antara lain melakukan olahraga lompat tali dengan pakaian yang sangat terbuka, menggunakan alat bantu seksual serta mengirimkan pakaian dalam bekas kepada pelanggan, dan melakukan tindakan yang tidak biasa seperti menghisap jempol kaki sendiri di depan kamera.

Puncak dari adegan tersebut adalah ketika Cassie akhirnya mencapai batas kesabarannya setelah seorang pelanggan memintanya untuk buang angin ke dalam toples demi bayaran sebesar USD 700. Adegan itu sangat memicu perdebatan panas di media sosial mengenai batasan antara tuntutan peran dan eksploitasi aktor.

Netizen pun langsung menyerbu platform X (Twitter) untuk memberikan komentar. Banyak yang merasa prihatin dengan beban kerja Sydney Sweeney.

"Sydney Sweeney, mereka pasti tidak membayar kamu cukup mahal untuk melakukan semua ini. Uangnya tidak mungkin sebanding," tulis salah satu pengguna.

Warganet lain mempertanyakan apakah intensitas adegan telanjang ini memang atas kemauan sang aktris atau tekanan produksi.

"Apakah Sydney Sweeney benar-benar suka melakukan adegan telanjang sebanyak ini? Saya tidak bermaksud mengatur perempuan, tapi ini sudah keterlaluan," tulisnya.

Euphoria memang dikenal sebagai serial yang berani. Akan tetapi, episode kali ini dianggap sebagai salah satu yang paling vulgar sepanjang musim berjalan.

Kritik publik umumnya berpusat pada kekhawatiran apakah konten tersebut memang esensial bagi cerita atau hanya sekadar untuk mengejar sensasi visual semata.

Ini bukan pertama kalinya Euphoria mendapat kecaman. Sejak musim pertama, serial ini terus dikritik oleh organisasi perlindungan anak dan orang tua karena dianggap melakukan glorifikasi terhadap penggunaan narkoba, kekerasan, dan seks bebas di kalangan remaja.

Meski terus menuai protes, Euphoria tetap menjadi salah satu serial dengan rating tertinggi di HBO. Hal itu membuktikan meski kontroversial, drama kehidupan remaja yang gelap ini masih memiliki daya tarik yang besar bagi audiens global.


(mau/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO