Melissa Barrera Sebut Cast Scream 7 Pengkhianat

Asep Syaifullah
|
detikPop
EXCLUSIVE - Melissa Barrera takes part in the panel discussion THE POWER OF TV: Latinx Inclusion, co-presented by the Television Academy Foundation, Netflix, STARZ, and h Club Los Angeles on Thursday, Aug. 9, 2018 in North Hollywood, Calif. The event assembled Latinx leaders in the television industry to discuss career paths to success, the challenges of advocating for inclusivity, as well as onscreen and behind-the-scenes opportunities. (Photo by Phil McCarten/Invision for the Television Academy/AP Images)
Foto: Dok. AP
Jakarta - Aktris Melissa Barrera akhirnya memecah keheningan dengan pernyataan yang sangat keras terkait film Scream 7.

Dalam wawancara terbaru dengan Variety (7 Mei 2026), bintang yang dipecat dari waralaba tersebut pada akhir 2023 ini memberikan kritik tajam, tidak hanya kepada studio produksi Spyglass, tetapi juga kepada rekan-rekan aktor yang memilih untuk kembali ke film tersebut.

Barrera secara terang-terangan menyebut para cast dengan istilah "scab" (pengkhianat) bagi para pemain lama yang bersedia kembali untuk Scream 7.

Seperti diketahui, setelah Barrera dipecat dan Jenna Ortega keluar, studio membawa kembali wajah-wajah lama seperti Neve Campbell dan Courteney Cox.

"Oh, seratus persen (mereka Scab). Saya pikir mereka semua melakukannya, dan mereka harus hidup dengan keputusan itu," ujar Barrera.

Ia menilai studio hanya menggunakan taktik "nostalgia-bait" untuk menyelamatkan film tersebut setelah skandal pemecatannya.

Meskipun *Scream 7* dilaporkan secara resmi meraup keuntungan besar hingga $207 juta secara global, Barrera meragukan keaslian angka tersebut. Ia menuduh pihak studio (Paramount/Spyglass) telah memalsukan data kesuksesan film tersebut.

"Saya pikir mereka berbohong tentang angka-angkanya. Saya tidak percaya film itu menghasilkan uang sebanyak itu," tuturnya tanpa ragu.

Dalam percakapan yang blak-blakan, pewawancara sempat menyebut bahwa seri ketujuh tersebut "payah". Barrera merespons dengan singkat namun tegas: "Saya tahu."

Ia merasa kualitas film tersebut menurun drastis karena dipaksakan untuk tetap berjalan tanpa arah cerita yang orisinal.

Mengingat kembali alasan pemecatannya-yakni unggahannya di media sosial terkait konflik di Gaza yang dianggap antisemitisme oleh Spyglass-Barrera mengaku sempat mengalami guncangan mental.

"Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda rasa benar, lalu Anda dihukum karenanya, itu benar-benar merusak pikiran Anda," jelasnya.

Ia bahkan sempat mempertanyakan keadilan Tuhan mengapa orang yang menyuarakan kemanusiaan justru kehilangan segalanya, sementara pihak lain tetap melaju.

Meski kini berkonflik dengan pihak studio, Barrera menegaskan bahwa ia tidak membenci waralaba Scream itu sendiri. Ia tetap berterima kasih kepada sutradara Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett (Scream 5 & 6) yang telah memberinya kesempatan.

Ia juga merasa senang karena penggemar masih terus mendukungnya saat ia tampil di panggung Broadway saat ini.

Pernyataan Barrera ini kembali memanaskan perdebatan di kalangan penggemar horor mengenai etika di balik produksi Scream 7 dan masa depan waralaba slasher legendaris tersebut.


(ass/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO