×
Ad

Lee Cronin's The Mummy: Mumi Yang Beneran Serem

Candra Aditya - detikPop
Kamis, 16 Apr 2026 10:01 WIB
Jakarta -

Seberapa jauh pengetahuanmu tentang film yang bertemakan mumi? Lupakan The Mummy versi Brendan Fraser dan Rachel Weisz yang meskipun fantastis tapi sebenarnya bukan film horor.

Lupakan juga usaha Hollywood untuk membangkitkan katalog horor universal melalui The Mummy versi Tom Cruise yang porak poranda.

Kalau kamu mengharapkan film mumi yang beneran menyeramkan, bersiaplah untuk gembira ria karena film tersebut hadir di bioskop.

Sinopsis:

Lee Cronin's The Mummy bercerita tentang keluarga Cannon yang saat kita pertama bertemu sedang ada di Kairo. Charlie (Jack Reynor, laki-laki yang membuat Florence Pugh begitu pusing di Midsommar) adalah seorang reporter dan bapak yang baik.

s The Mummy (2026)." title="Lee Cronin's The Mummy" class="p_img_zoomin" caption="Lee Cronin's The Mummy (2026)." />Lee Cronin's The Mummy (2026). Foto: Dok. Ist

Bersama istrinya, Larissa (Laia Costa) yang bekerja sebagai suster, mereka hidup bahagia bersama kedua anak mereka Sebastian dan Katie. Tragedi mengguncang keluarga ini ketika anak mereka, Katie, menghilang.

Delapan tahun setelah hilangnya Katie, keluarga ini mencoba untuk kembali normal di New Mexico. Sebastian (Shylo Molina), putra sulung mereka dan anak mereka yang paling kecil Maud (Billie Roy), hidup dengan normal meskipun orang tua mereka masih berharap Katie kembali.

Hari itu, Charlie dan Larissa mendapatkan telpon dari Mesir bahwa Katie ditemukan... di dalam peti mumi berumur ribuan tahun. Bagian menyeramkannya: Katie masih hidup.

Review:

Lee Cronin mungkin namanya belum seharum nama produsernya, James Wan atau Jason Blum-yang hampir selalu menjadi jaminan mutu penghasil mimpi buruk. Tapi dari Evil Dead Rise, Cronin membuktikan bahwa ia memiliki tangan dingin.

Di film tersebut, Cronin berhasil mempersembahkan gore yang cukup ngilu, humor yang khas Sam Raimi tapi tetap dengan bahasa visualnya yang sepertinya akan menjadi identitasnya. Evil Dead Rise tidak hanya menakutkan tapi ia juga mengesankan.

s The Mummy (2026)." title="Lee Cronin's The Mummy" class="p_img_zoomin" caption="Lee Cronin's The Mummy (2026)." />Lee Cronin's The Mummy (2026). Foto: Dok. Ist

Cronin tahu bagaimana menghormati sumber aslinya dan mengembangkannya menjadi sebuah kisah yang oke. Tangan dingin Cronin ternyata bukan hanya sekedar kebetulan karena film ini juga sama serunya seperti Evil Dead Rise.

Dari awal film ini muncul, Cronin sudah meneror penonton dengan suasana yang angker. Ketidaknyamanan ini semakin bertambah pekat ketika Katie dibawa kembali ke Amerika.

Begitu Katie bermalam di sana, Cronin mulai bermain-main dengan permainan horor yang klasik. Cronin bahkan menambahkan karakter Carmen (Veronica Falcon), ibu dari Larissa, untuk menambahkan suasana humor dan satu karakter yang perlu disiksa.

Kemampuan Cronin untuk membuat penonton menutup mata perlu diacungi jempol di sini. Dari adegan kejar-kejaran di dalam dinding sampai adegan potong kuku paling bikin merinding, film ini memiliki semuanya.

Selera humor yang Cronin yang gelap juga membuat film ini menjadi spesial. Meskipun ada tema yang berhubungan dengan rasa duka, film ini sama sekali bukan Talk To Me atau Bring Her Back yang depresif.

Film ini seru dan menyenangkan. Karena itulah Cronin menghadirkan sekuens pemakaman yang tidak hanya liar tapi juga lucu.

Dari segi teknis, Lee Cronin's The Mummy sangatlah menyenangkan mata dan telinga penonton. Desain suaranya benar-benar mantap. Suara langkah kaki, teriakan sampai bisikan dibuat dengan sedemikian rupa untuk membuatmu takut.

s The Mummy (2026)." title="Lee Cronin's The Mummy" class="p_img_zoomin" caption="Lee Cronin's The Mummy (2026)." />Lee Cronin's The Mummy (2026). Foto: Dok. Ist

Sementara itu sinematografer Dave Garbett mempersembahkan visual yang sangat Cronin. Banyak sekali gambar yang menggunakan teknik split diopter yang membuat gambarnya terasa aneh tapi justru menunjang konten filmnya.

Kalau ada yang bisa dikritisi dari Lee Cronin's The Mummy mungkin adalah momen-momen yang tidak mendapatkan payback yang baik.

Berbeda dengan Evil Dead Rise yang lebih rapi dari segi plot, banyak sekali momen dalam film ini yang masih belum mendapatkan penjelasan yang jelas-terutama tentang dua anak yang kerasukan.

Tapi semua ini hanya kekurangan minor yang tak mengganggu keseluruhan film. Pada akhirnya, Cronin berhasil membuat saya ketakutan dengan mumi buatannya.



Simak Video "Video '402: Rumah Sakit Angker Korea' Jadi Versi Remake Film 'Gonjiam'"

(ass/ass)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork