Dinilai Terlalu Seram, Poster The Mummy Diprotes

Asep Syaifullah
|
detikPop
Lee Cronins The Mummy (2026).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Masalah poster film ternyata gak cuma kejadian di Tanah Air aja. Jika beberapa waktu lalu heboh baleho Aku Harus Mati yang disebut kontroversi, kini giliran poster film horor Hollywood yang menuai sorotan.

Film horor The Mummy yang disutradarai oleh Lee Cronin (sutradara Evil Dead Rise) kini tengah menjadi pusat kontroversi. Bukan karena alur ceritanya, melainkan karena materi promosinya.

Dilansir dari The Independent (18/4) sejumlah orang tua di berbagai negara melaporkan rasa tidak nyaman dan protes keras terkait poster film tersebut yang dipajang di tempat-tempat publik.

Poster yang menjadi pemicu kemarahan ini menampilkan visual close-up dari entitas mumi dengan detail yang sangat mengerikan-kabarnya menampilkan tekstur kulit yang membusuk serta detail mata yang dianggap terlalu traumatik bagi anak-anak.

Masalah utamanya adalah penempatan poster ini di area terbuka seperti halte bus, stasiun kereta bawah tanah, hingga papan reklame di dekat pusat perbelanjaan yang sering dilewati keluarga.

Banyak orang tua mengadu ke lembaga standar periklanan karena merasa anak-anak mereka ketakutan setelah melihat poster tersebut secara tidak sengaja.

"Anak saya yang berusia lima tahun langsung menangis dan sekarang takut untuk tidur sendirian setelah melihat poster itu di halte bus. Ada tempat dan waktu untuk promosi film horor, tapi bukan di tempat yang tidak bisa dihindari oleh anak-anak," tulis salah satu orang tua dalam sebuah forum daring.

Lee Cronin dikenal sebagai sutradara yang tidak ragu menampilkan gore dan visual yang sangat mengganggu, seperti yang ia lakukan di Evil Dead Rise.

Namun, untuk film The Mummy ini, strategi pemasaran yang dianggap "terlalu agresif" justru menjadi bumerang bagi pihak studio.

Banyak orang tua menuntut agar materi promosi horor yang bersifat disturbing hanya ditempatkan di bioskop atau area khusus dewasa. Untuk mencegah kekhawatiran akan trauma visual jangka pendek pada balita dan anak-anak sekolah dasar.

Di beberapa kota, bahkan muncul petisi agar otoritas setempat segera mencopot atau menutupi poster tersebut agar tidak terlihat langsung oleh publik secara umum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak studio maupun agensi periklanan film tersebut belum memberikan pernyataan resmi. Namun, di beberapa lokasi, terlihat poster-poster tersebut mulai diganti dengan versi "lebih halus" yang hanya menampilkan judul film dengan latar belakang gelap tanpa visual monster yang eksplisit.

Kejadian ini kembali memicu diskusi mengenai batasan kebebasan artistik dalam pemasaran film horor di ruang publik yang seharusnya ramah keluarga.

Bagaimana menurut Anda? Apakah poster film horor memang harus disensor jika dipajang di jalanan, atau ini adalah risiko dari promosi film di ruang publik?


(ass/nu2)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO