Mark Ruffalo-Tilda Swinton Kecam Berlinale yang Bungkam soal Gaza

Asep Syaifullah
|
detikPop
Mark Ruffalo arrives at the Oscars on Sunday, March 10, 2024, at the Dolby Theatre in Los Angeles. (Photo by Richard Shotwell/Invision/AP)
Foto: Richard Shotwell/Invision/AP
Jakarta - Lebih dari 80 tokoh perfilman dunia termasuk bintang Marvel, Mark Ruffalo, aktor pemenang Oscar Javier Bardem dan Tilda Swinton, meluncurkan surat terbuka yang mengkritik keras Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026.

Mereka menuduh pihak festival melakukan "penyensoran" dan bungkam terhadap situasi di Gaza. Dalam surat yang dipublikasikan oleh Variety (17/2) tersebut, para sineas menyatakan kekecewaan mereka atas apa yang mereka sebut sebagai "keheningan institusional" Berlinale terhadap genosida di Palestina.

Kini surat itu sudah ditandatangani oleh lebih dari 104 sineas dunia. Mereka juga menyoroti peran pemerintah Jerman yang dianggap turut memfasilitasi konflik tersebut.

Ketegangan ini memuncak setelah pernyataan Presiden Juri Berlinale tahun ini, sutradara legendaris Wim Wenders. Dalam konferensi pers pembukaan, Wenders sempat menyatakan bahwa pembuat film seharusnya "menjauh dari politik" saat ditanya mengenai konflik Israel-Gaza.

Para penandatangan surat terbuka tersebut dengan tegas menolak pandangan Wenders. "Anda tidak bisa memisahkan film dari politik," tulis mereka. Mereka menilai sikap netral yang diambil festival justru merupakan bentuk normalisasi terhadap kekerasan.

Surat tersebut juga menuduh Berlinale menerapkan standar ganda. Para artis menunjukkan bahwa di masa lalu, festival ini sangat vokal dan mengeluarkan pernyataan tegas mengenai krisis kemanusiaan di Ukraina dan Iran. Namun, untuk kasus Gaza, mereka menilai Berlinale seolah "melindungi Israel dari kritik."

Selain Bardem dan Swinton, nama-nama besar lain yang ikut menandatangani surat ini antara lain sutradara Adam McKay (Don't Look Up), Mike Leigh, serta aktor Brian Cox dan Alia Shawkat.

Kritik ini menambah daftar panjang masalah politik yang membayangi Berlinale 2026. Sebelumnya, penulis ternama asal India, Arundhati Roy, menyatakan menarik diri dari festival sebagai bentuk protes serupa terhadap pernyataan Wim Wenders.

Merespons tekanan tersebut, Direktur Festival Tricia Tuttle sempat mengeluarkan pernyataan yang membela kebebasan berbicara para artis, namun ia juga menegaskan bahwa sineas tidak seharusnya dipaksa memberikan komentar politik pada setiap kesempatan.

Para penandatangan surat terbuka ini tetap mendesak agar Berlinale memenuhi "kewajiban moralnya" untuk secara resmi menyatakan penolakan terhadap kejahatan perang di Palestina dan mendukung hak hidup serta martabat warga Gaza.

(ass/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO