Dylan O'Brien soal Ending Send Help: Semua Pilih Linda

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Send Help (2026).
Foto: Dok. 20th Century Studios
Jakarta - Dylan O'Brien kembali menunjukkan kualitas aktingnya dalam film thriller survival terbaru berjudul Send Help.

Film ini bukan sekadar cerita tentang terdampar di pulau terpencil, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang isolasi, rasa bersalah, dan batas kemampuan manusia saat menghadapi kematian.

Film ini mengikuti karakter yang diperankan O'Brien, Bradley Presto, seorang CEO yang terjebak dalam kecelakaan pesawat saat melakukan perjalanan pribadi yang mewah. Ia terdampar di sebuah pulau di wilayah Pasifik yang tidak berpenghuni.

Memasuki babak akhir, Send Help mulai mengaburkan batasan antara apa yang benar-benar terjadi dan apa yang ada di kepala sang protagonis. Kelaparan dan dehidrasi mulai memicu halusinasi yang berhubungan dengan masa lalunya, sebuah rahasia kelam yang ia coba kubur sebelum kecelakaan terjadi.

Penonton dibawa pada sebuah pengungkapan emosional: bahwa alasan ia melakukan perjalanan tersebut adalah untuk melarikan diri dari konsekuensi perbuatannya di dunia nyata. Pulau tersebut berubah menjadi penjara sekaligus tempat penebusan dosa baginya.

Dalam sebuah wawancara dengan THR (3/2), Dylan O'Brien mengaku bersimpati pada fakta bahwa Linda (Rachel McAdams) adalah seorang janda yang berhasil bertahan hidup dari suami pecandu alkohol yang kasar.

Ia juga merasa iba pada Linda setelah Bradley menolak untuk menepati janji almarhum ayahnya, yaitu memberikan promosi jabatan kepada Linda, yang padahal sudah menjadi karyawan paling berharga selama tujuh tahun terakhir.


Bukannya memberikan promosi, Bradley malah memutuskan untuk 'membuang' Linda ke kantor cabang karena penampilan Linda yang dianggap kuno tidak cocok dengan mentalitas boys' club (lingkungan kerja yang didominasi pria) di perusahaannya.

Namun, sebelum hal itu terjadi, Bradley diyakinkan untuk membawa Linda dalam perjalanan bisnis yang menentukan ke Bangkok demi mengamankan proses merger yang sudah di depan mata.

Keputusan enggan Bradley untuk melibatkan Linda inilah yang justru menyelamatkan nyawanya dari kematian instan, karena ia akhirnya terdampar di pulau tropis yang sama dengan seorang ahli bertahan hidup (survivalist).

"Secara pribadi, saya membela Linda. Saya kaget banget pas dengar banyak orang bilang, 'Lho, tapi kan Linda itu pembunuh.' Dan saya langsung mikir, 'Tapi kan dia korban kekerasan,'" ujar O'Brien kepada The Hollywood Reporter saat membahas film arahan Sam Raimi ini.

O'Brien menambahkan, "Saya suka karena dinamikanya nggak hitam-putih. Waktu proses syuting, kami sadar kalau penonton mungkin bakal lebih berpihak ke Bradley daripada Linda di titik tertentu, tapi menarik banget melihat timbangan simpati itu goyang bolak-balik. Itu salah satu bagian paling seru di film ini."

Ternyata O'Brien tidak sendirian dalam membela Linda. Dia menyebutkan bahwa mayoritas kru film Send Help juga merupakan "stan Tim Linda."

Namun, ia berharap respons penonton tidak menjadi terlalu terkotak-kotak, karena film ini tidak pernah dimaksudkan sebagai ajang perang antargender.

"Sejujurnya, saya berharap tidak ada tim-timan, dan saya juga berharap faktor gender tidak dilibatkan di sini," aku O'Brien.

"Sam (Raimi) dan Rachel (McAdams) sangat sadar untuk tidak terlalu terang-terangan (mengenai isu) perempuan versus laki-laki di tempat kerja. Isunya lebih universal dari itu. Siapa pun bisa merasa terhubung ketika berada di posisi yang dirugikan dalam dinamika masyarakat manusia. Sekali lagi, di situlah saya merasa simpati pada Linda."

Send Help sedang tayang di jaringan bioskop Indonesia.


(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO