Vokal soal Gaza, Javier Bardem Akui Di-blacklist Studio Hollywood

Dicky Ardian
|
detikPop
Javier Bardem at the 77th Primetime Emmy Awards held at the Peacock Theater on September 14, 2025 in Los Angeles, California. (Photo by Michael Buckner/Variety via Getty Images)
Javier Bardem (Foto: Michael Buckner/Variety via Getty Images)
Jakarta - Aktor Hollywood Javier Bardem akhirnya angkat bicara soal kabar dirinya masuk daftar hitam atau blacklist Paramount Pictures. Alih-alih terkejut, Bardem justru mengaku sudah menduga konsekuensi ini sejak lama, menyusul sikap vokalnya menentang agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam wawancara terbarunya bersama media independen Zeteo, Bardem secara terbuka menyebut kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina. Pernyataan itu sekaligus mempertegas posisi politik sang aktor yang selama ini konsisten bersuara soal isu kemanusiaan.

"Ini tidak mengejutkan, saya sama sekali tidak terkejut," ujar Javier Bardem dikutip dari Marca, Jumat (9/1/2026).

"Persoalannya bukan pada siapa yang membuat daftar hitam, melainkan dengan siapa kita memilih untuk bekerja. Semua ini akan terlihat jelas dalam beberapa tahun ke depan," imbuh Bardem.

Sikap Bardem disebut-sebut menjadi alasan utama dirinya masuk blacklist Paramount Pictures, yang kini berada di bawah kepemimpinan David Ellison. Ia dilaporkan masuk dalam daftar tersebut bersama sejumlah aktor papan atas Hollywood lain yang juga lantang menyuarakan penolakan terhadap tindakan Israel di Gaza.

Meski begitu, Bardem menegaskan posisinya sama sekali tidak dilandasi kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu.

"Saya ingin meluruskan satu hal. Kami tidak menentang orang, kewarganegaraan, agama, atau etnis apa pun," tegas Bardem.

"Kami menentang perusahaan dan institusi yang mendukung genosida, apartheid, serta pendudukan illegal," imbuh Bardem.

Bardem merupakan salah satu dari lebih 1.800 pekerja film global yang menandatangani manifesto Film Workers for Palestine, yang diluncurkan pada September 2025. Gerakan ini terinspirasi dari boikot budaya terhadap rezim apartheid Afrika Selatan di masa lalu.

Lewat manifesto tersebut, para penandatangan berkomitmen untuk tidak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel, mulai dari festival, rumah produksi, bioskop, hingga lembaga penyiaran, yang dianggap terlibat atau mendukung praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

Sejumlah nama besar Hollywood ikut mendukung gerakan ini, di antaranya Mark Ruffalo, Emma Stone, Joaquin Phoenix, Rooney Mara, Andrew Garfield, Gael García Bernal, hingga sutradara Yorgos Lanthimos.

Bagi Bardem, masuk daftar hitam studio besar bukanlah hal yang perlu ditakuti. Aktor peraih Oscar ini menegaskan sikap moral jauh lebih penting dibanding peluang proyek atau kerja sama industri.

"Ini bukan soal karier saya. Ini tentang posisi etis sebagai manusia," ujar Bardem.


(dar/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO