Killmonger Bikin Michael B Jordan Jalani Terapi Mental

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Black Panther (2018)
Foto: Dok. Marvel Studios
Jakarta - Aktor papan atas Michael B. Jordan membuat pengakuan mengejutkan mengenai dampak emosional yang ia alami setelah memerankan karakter ikonik Erik Killmonger dalam film Marvel, Black Panther.

Dalam sebuah wawancara CBS Sunday Morning dikutip dari The Hollywood Reporter, Senin (5/1/2026), Jordan mengungkapkan ia harus mencari bantuan profesional melalui terapi untuk melepaskan kegelapan karakter tersebut dari dirinya.

Erik Killmonger dikenal sebagai salah satu penjahat paling kompleks dan emosional dalam semesta Marvel (MCU). Namun, Jordan harus membayar harga yang cukup mahal untuk kesehatan mentalnya di balik keberhasilan aktingnya yang memukau.

Demi mendalami peran seorang pria yang tumbuh dalam kesendirian, rasa sakit, dan kemarahan akibat ketidakadilan sistemik, Jordan memilih metode yang ekstrem. Ia sengaja menarik diri dari keluarga, teman-teman, dan lingkungan sosialnya selama berbulan-bulan sebelum dan selama syuting.

"Saya menghabiskan banyak waktu sendirian," ungkap Jordan dalam acara SuperSoul Conversations bersama Oprah Winfrey.

"Saya membayangkan masa kecil Erik yang sangat kesepian, tumbuh tanpa seseorang untuk berbagi cerita tentang tempat bernama Wakanda yang bahkan tidak diketahui keberadaannya."

Jordan mengaku sengaja menutup pintu untuk kasih sayang. "Saya menjauhkan cinta, saya tidak menginginkan cinta. Saya ingin berada di tempat yang sepi itu selama mungkin agar bisa merasakan kepedihan yang dirasakan Erik."

Masalah muncul ketika proses syuting berakhir. Jordan menemukan fakta bahwa ia tidak bisa begitu saja mematikan emosi gelap yang telah ia bangun dalam pikirannya. Pikiran manusia, menurutnya, sangatlah kuat dan bisa terjebak dalam pola tertentu jika dipaksakan terlalu lama.

"Sangat sulit bagi saya untuk kembali menyesuaikan diri dengan orang-orang yang peduli pada saya," jelasnya.

Ia mengaku merasa asing saat menerima perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya setelah sekian lama mengondisikan dirinya untuk menjadi sosok yang penuh kebencian dan kemarahan.

Menyadari kondisi mentalnya yang tidak stabil, Jordan memutuskan untuk pergi ke terapis. Langkah ini diambil untuk membantu "membongkar" (unpack) segala emosi negatif yang tertimbun selama memerankan Killmonger.

Jordan juga menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pesan penting mengenai kesehatan mental, khususnya bagi kaum pria yang sering kali merasa malu untuk mencari bantuan.

"Sebagai laki-laki, kita sering mendapat tekanan atau stigma negatif jika membicarakan hal seperti ini (terapi). Namun, saya tidak setuju dengan pandangan itu," tegas Jordan.

"Setiap orang butuh bicara dan mengeluarkan beban pikirannya. Terapi sangat membantu saya kembali menemukan jati diri saya yang sebenarnya."

Keputusan Michael B. Jordan untuk terbuka mengenai masalah ini mendapat pujian dari banyak pihak. Ia membuktikan bahwa di balik fisik yang kuat dan karier yang gemilang, menjaga kesehatan mental adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan, bahkan oleh seorang "super-villain" sekalipun.


(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO