Pameran STILL Silent World Ajak Menyelami Keheningan
Mohammad Farrel
|
detikPop
Jakarta - AC Andre Tanama menggelar pameran tunggal bertajuk STILL Silent World. Pameran ini mengajak publik merasakan ruang hening yang reflektif.
Pameran tunggal AC Andre Tanama bertajuk STILL: Silent World digelar di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (26/2/2026). Pameran ini menjadi ajakan bagi publik untuk menyelami dunia batin yang hening, reflektif, dan penuh makna melalui karya-karya visual yang intim.
Pameran STILL: Silent World resmi dibuka pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 17.00 WIB. Acara pembukaan berlangsung di Bentara Budaya Art Gallery, Jakarta, dengan dihadiri pelaku seni, kolektor, serta penikmat seni rupa.
Dalam pameran ini, AC Andre Tanama menampilkan sejumlah karya yang merepresentasikan keheningan sebagai ruang dialog antara karya dan penikmatnya. Visual figuratif dengan nuansa lembut menjadi medium untuk menyampaikan emosi, ingatan, serta kontemplasi personal sang seniman.
Judul STILL: Silent World merefleksikan upaya seniman menghadirkan dunia yang seolah berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keseharian. Keheningan dalam karya-karya tersebut tidak dimaknai sebagai kekosongan, melainkan sebagai ruang untuk mendengar dan merasakan lebih dalam.
Kurator pameran ini, Frans Sartono, menilai karya-karya AC Andre Tanama menghadirkan kesunyian yang berbicara. Melalui pendekatan visual yang sederhana namun kuat, setiap karya membuka peluang interpretasi personal bagi setiap pengunjung.
Pameran ini berlangsung mulai 13 Februari hingga 12 Maret 2026. Selama periode tersebut, galeri dibuka setiap hari pukul 10.00β17.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.
Lokasi pameran berada di Bentara Budaya Art Gallery, Meiroo Komplek 8, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta. Ruang ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan budaya yang aktif menghadirkan pameran seni rupa berkualitas.
Melalui pameran ini, Bentara Budaya berharap publik dapat menikmati pengalaman visual yang lebih personal dan reflektif. STILL: Silent World menjadi pengingat bahwa dalam keheningan, seni dapat berbicara dengan cara yang paling jujur dan mendalam.