K-Movie

Kontroversi The Assassin(s) Berlanjut, Asosiasi Produser Korsel Pasang Badan

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Penampilan Lee Min Ho dalam film Assassins (2026).
(Foto: dok. Hive Media Corp) Penampilan Lee Min Ho dalam film The Assassin(s) (2026).
Jakarta - Film Korea Selatan terbaru The Assassin(s) jadi kontroversi di negara asalnya. Organisasi di bawah nama Presiden Park Chung Hee, sosok yang dikisahkan dalam film, vokal menyebut film ini telah mendistorsi sejarah.

Kritik datang dari Partai Kekuatan Rakyat dan beberapa grup konservatif lain. Termasuk Park Chung Hee Memorial Foundation, Yook Young Foundation, dan Park Chung Hee Academy.

Mereka gak terima bagaimana film The Assassin(s) menceritakan kejadian usaha pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada 15 Agustus 1974, yang berujung tewasnya istri presiden Yuk Young Soo.

"Menggunakan peristiwa sejarah sebagai kerangka namun menyajikan konten yang berbeda dari fakta seolah-olah didasarkan pada kejadian nyata, sehingga memberikan pemahaman sejarah yang keliru kepada masyarakat, sama sekali tidak dapat dibenarkan atas nama kebebasan kreatif," kata mereka dalam pernyataan resminya dilansir dari Korea JoongAng Daily pada Jumat (2/10/2026).

Melihat situasinya yang terus memanas, Korean Film Producers Association pasang badan. Mereka membela The Assassin(s) dan menyebut kritik dan klaim soal distorsi sejarah terhadap film ini berlebihan.

"Karya yang didasarkan pada peristiwa sejarah atau tokoh nyata dapat memicu perbedaan pendapat tergantung pada sudut pandang dan penafsiran penotnon, dan beragam pendapat tersebut patut dihargai," kata asosiasi produser dalam sebuah pernyataan.

Adegan dalam film Korea Assassins (2026).Adegan dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp

Lebih lanjut mereka mengecam aksi protes yang dilakukan oleh oknum organisasi yang sudah melewati batas. Yakni sampai menyerang individu yang terlibat dalam produksi The Assassin(s) lewat media sosial pribadi mereka.

Hal ini terjadi pada Lee Min Ho dan Ryu Hye Young. Kolom komentar akun pribadinya jadi lahan rujakan mereka yang mengecam film The Assassin(s).

Atas kejadian itu, Korean Film Producers Association juga mengutarakan keprihatinannya. Menegaskan bahwa setiap kritik harus didasarkan pada fakta, namun tidak lupa menghargai sesama manusia.

"Kami prihatin atas kritik berlebihan yang ditujukan kepada para kreator secara individu semata-mata karena mereka terlibat dalam proyek tersebut. Kami berharap kritik dan penilaian terhadap karya tersebut didasarkan pada fakta, serta agar kegiatan kreatif semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film, termasuk perusahaan produksi, sutradara, aktor, dan staf, turut dihargai," lanjut mereka.

(aay/mau)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO