K-Movie
Film Lee Min Ho The Assassin(s) Dituding Distorsi Sejarah, Tim Produksi Klarifikasi
The Assassin(s), film yang diperankan Lee Min Ho dan disutradarai oleh Hur Jin Ho, lagi mencetak rekor box office lokal Korea Selatan. Di saat yang sama film ini juga menerima reaksi keras dari seorang mantan pejabat kota Seoul.
Dilansir dari Korea JoongAng Daily, mantan anggota Dewan Kota Seoul Lee Jong Bae, menuduh film The Assassin(s) melakukan pencemaran terhadap sejarah. Gak cuma itu, dia juga membuat laporan polisi terhadap empat orang yang terlibat dalam produksi film tersebut.
Di antaranya CEO Hive Media Corp Kim Won Guk, produser film, sutradara Hur Jin Ho, hingga penulis skenario Kwon Ki Jun dan Lee Ji Min. Mereka dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui pernyataan palsu.
Dalam keterangannya, Lee Jong Bae menganggap banyak adegan dalam The Assassin(s) berusaha membuat narasi baru soal Presiden Park Chung Hee. Bahkan mengisyaratkan bahwa Presiden terlibat dalam konspirasi.
"Adegan-adegan yang menampilkan keterlibatan lembaga kekuasaan disusun secara berurutan untuk mengarahkan penonton agar menganggap bahwa Presiden Park Chung Hee di balik kejahatan itu atau setidaknya terlibat," kata Lee Jong Bae.
"Pernyataan palsu tentang mendiang telah menurunkan nilai sosial dan reputasi keluarga yang berduga, yang merupakan dakwaan pencemaran nama baik tersendiri bagi mereka," lanjutnya.
Selain itu, adegan usaha pembunuhan presiden pada tahun 1974 juga dianggap berpotensi menimbulkan berbagai interpretasi. Termasuk kesimpulan bahwa Mun Se Gwang jadi sosok sentral penembakan Presiden Park Chung Hee, meski gagal.
Adegan dalam film Korea The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
Pada saat itu, penyidik menyimpulkan dia bertindak atas perindah dari Korea Utara dan Federasi Warga Korea Pro-Korea Utara di Jepang. Tapi The Assassin(s) dianggap justru menimbulkan pertanyaan baru soal fakta yang sudah diyakini selama ini.
Setelah film tayang, pertanyaan soal asal-usul peluru yang pada akhirnya membunuh istri Presiden, Yuk Young Soo. Lee Jong Bae mengecam ini dan mencapnya sebagai distorsi sejarah.
"Bahkan judul filmnya bukan 'Assassin' tapi dalam bentuk jamak The Assassin(s), mengisyaratkan mungkin ada orang selain Mun Se Gwang yang melakukan pembunuhan tersebut. Film ini menyajikan adegan demi adegan yang menimbulkan kecurigaan keterlibatan lembaga-lembaga kekuasaan negara pada saat itu," beber dia lagi.
Ada juga kecurigaan bahwa The Assassin(s) mendapat suntikan dana dari China. Gak sepenuhnya menggunakan pembiayaan lokal dari Korea Selatan.
Untuk semua tuduhan tersebut, Hive Media Corp sebagai perusahaan produksi dan distributor film buka suara. Mereka membantah semua yang dituduhkan oleh Lee Jong Bae.
Penampilan Lee Min Ho dalam film The Assassin(s) (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.
"The Assassin(s) merupakan karya yang diproduksi secara independen dengan modal domestik, dipimpin oleh staf produksi dan kreator lokal. Tidak ada aliran modal China sama sekali," tegas mereka.
Setelah tayang perdana 23 September lalu, The Assassin(s) dengan cepat mencapai angka penonton 1 juta. Per Rabu (30/9/2026), film ini sudah disaksikan 1,6 juta penonton dengan jumlah layar 1.314 di seluruh bioskop Korea Selatan.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan


