Round-Up
Ini Alasan Lengkap Sarwendah Datang ke Komnas PA
Kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benua, menegaskan konsultasi ke lembaga tersebut bukan untuk memperkeruh perselisihan ataupun melaporkan adanya dugaan peristiwa pidana. Kehadiran Sarwendah murni untuk mencari pendampingan agar anak-anak bisa segera dipertemukan kembali dengan sang ayah tanpa merasa tertekan.
"Kita meminta saran, meminta rekomendasi dari Komnas Anak yang mana mereka adalah ahli di dalam perlindungan anak," kata Pablo Benua saat konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Pablo Benua mengungkapkan Sarwendah berada dalam posisi serba salah. Sarwendah disebut telah berulang kali membujuk kedua putrinya untuk bertemu Ruben Onsu, namun tindakan tersebut justru sempat memicu salah paham pada benak kedua putrinya.
"Bahkan ketika anak-anak dilakukan tes psikologi, ada kesan, ini hasil dari tes psikologi yang gak bisa dibohongi, ada kesan anak-anak yang timbul di pikirannya bahwa seakan-akan Sarwendah mengusir anak-anak ketika menyuruh mereka bertemu dengan Saudara Ruben," beber Pablo Benua.
Melihat kondisi mental anak yang membutuhkan penanganan tepat, pihak Sarwendah memilih menyerahkan mekanisme pendekatan kepada tenaga ahli dari Komnas PA agar tidak timbul trauma.
"Saat ini Komnas Anak menyediakan konselor terhadap anak, terhadap kedua putri Ruben Onsu dan Sarwendah tersebut untuk pendampingan, untuk diberikan masukan, bagaimana cara membujuk anak. Formulanya kami serahkan semuanya kepada Komnas Anak," jelasnya.
Pablo Benua juga membeberkan usulan pemeriksaan medis tersebut bukan dibuat untuk menghalangi Ruben Onsu menemui anak-anaknya. Langkah itu berakar dari adanya riwayat kesehatan yang bersifat sensitif demi memastikan kondisi fisik anak tetap terjaga aman.
"Ternyata memang ditemukan adanya sebuah riwayat yang sangat sensitif sekali tidak dapat kami sampaikan di ruang publik, yang mana riwayat tersebut dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap anak sehingga perlu dilakukan pengujian atau pengecekan kesehatan," ujarnya,
Pablo Benua juga menegaskan Sarwendah tidak bermaksud membebani Ruben Onsu dengan aturan mengenai jadwal tes rutin. Pihaknya disebut hanya ingin melihat adanya itikad baik bersama demi kebaikan buah hati.
"Pada prinsipnya Sarwendah ingin melihat itikad baik saja. Jadi enggak usahlah, kita lupakan dulu yang 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, dan sebulan sekali. Lakukan saja dulu itikad baik itu sekali, cukup," lanjutnya.
Terkait apakah pemeriksaan tersebut masih diperlukan, pihak Sarwendah memilih menyerahkannya kepada Komisi Perlindungan Anak sebagai lembaga independen. Pihaknya juga menegaskan persoalan medis anak sama sekali tidak pantas dijadikan ajang perdebatan.
"Kalau Komnas Anak bilang bahwasanya tidak perlu tes kesehatan, ya sudah. Kalau Komnas Anak katakan tes kesehatan, ya apa boleh buat. Enggak perlu juga harus dipublikasi hasil tes kesehatannya," pungkasnya.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
