Kehebohan Punk Sejak Dini di Panggung Synchronize yang Gak Terlupakan
Tiga unit kolektif, Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rejeki, dan Sukatani, sukses bikin penonton rage dan bernyanyi bareng dari awal sampai akhir set.
Set diawali sama aksi super energik dari Sakinah Mawaddah Warahmah. Yang bikin makin gemas sekaligus keren, Zea, vokalis cilik juga anak dari sang vokalis, Wulan Estriyani, naik ke panggung buat lead energi penonton.
Gak cuma Zea yang tampil all out, Wulan juga tampil luar biasa energik meski lagi hamil tua, cuy.
"Temen-temen, belum pernah kan lihat orang hamil 9 bulan ada di sini? Teriak-teriak, gue minta doanya aja ya, semoga gak kontraksi abis ini ya," seru Wulan dari atas panggung sambil tertawa yang langsung disambut tepuk tangan dan tawa meriah dari penonton.
Grup punk Sakinah Mawaddah Warahmah saat tampil di Synchronize Fest 2026 Foto: Dok.Pingkan/ detikcom |
Energi meliuk makin kencang pas Sukses Lancar Rejeki naik panggung, disusul sama Sukatani yang langsung membakar suasana.
Gak cuma hura-hura, di sela-sela penampilan, mereka menyuarakan isu krusial terkait karhutla atau kebakaran hutan dan lahan yang belakangan ini mengancam kehidupan banyak orang.
Lirik dan interlude sarat pesan sosial ini bikin panggung Punk Sejak Dini makin dalam dan berdampak.
Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rejeki, dan Sukatani usai manggung di Synchronize Fest 2026 Foto: Dok.Pingkan/ detikcom |
Mendekati akhir pertunjukan, suasana makin gak terkontrol pas ketiga unit ini kolaborasi bareng di panggung. Mereka saling silang membawakan lagu satu sama lain dengan gaya santai dan penuh keakraban.
Puncaknya, lagu Gelap Gempita milik Sukatani dibawakan bareng-bareng oleh Sukatani, Sukses Lancar Rejeki, dan Sakinah Mawaddah Warahmah sebagai pemungkas.
Beat kencang dan chorus yang sing-alongable langsung memancing penonton buat crowd surf dan bikin moshpit bergemuruh sampai set berakhir.
Coba ngacung, siapa yang nonton mereka juga?
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan


