Novel On the Road karya Jack Kerouac jadi karya legendaris dalam sejarah sastra AS. Gak disangka, draf untuk On the Road bukan hasil ketikan jadul, namun gulungan naskah yang disambung-sambung pakai selotip. Naskahnya berbentuk gulungan dan ternyata sepanjang 36 meter.
6 tahun berikutnya, On the Road diterbitkan dan langsung menuai pujian sekaligus kontroversial sepanjang sejarah. On the Road adalah perjalanan Jack Kerouac bersama kawan-kawannya saat mengelilingi Amerika Serikat. Karyanya dianggap sebagai karya penting generasi penulis AS pascaperang.
Editor Gerald Howad, yang juga teman dari Jack Kerouac mengatakan kemunculan On the Road jadi pencapaian sekali dalam satu abad. "Singkatnya, karya ini adalah fenomena sastra yang unik dan gak ada duanya," ungkapnya.
Jack Kerouac masuk ke dalam jajaran novelis besar Amerika. Dalam On the Road, energi liar mendorongnya buat mengetik pikirannya secepat kilat melahirkan salah satu kisah paling epik setelah Perang Dunia kedua.
Faktanya, ide Jack Keroauc itu bermula tiga tahun sebelum adanya On the Road. Penulis yang masih berusia 29 tahun itu sedang berada di apartemen istrinya kala itu, Joan Haverty, ditemani gulungan kertas kalkir arsitektur yang ternyata bisa dipakai untuk mesin tik manual miliknya.
"Dia menyadari bahwa dengan terus memasukkan kertas ke dalamnya, dia tidak perlu mengganti lembaran kertas berulang kali; hal ini hampir pasti menjamin tingkat spontanitas yang lebih tinggi," ujar Howard.
Gulungan naskah itu jadi bagian dari sejarah sastra AS. Saat Jack Kerouac membentangkan drafnya, penerbit konon mengatakan naskahnya gak bisa disunting. Ia pun pergi dengan penuh amarah.
Agen Kerouac, Sterling Lord, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menarik minat terhadap kisah karya Kerouac yang bergaya jazz dan gak biasa pada masalahnya. Akhirnya penerbit Viking setuju menerbitkannya dengan uang muka sebesar 1.000 dolar AS.
Sejak saat itu, On the Road terjual jutaan eksemplar dan menginspirasi banyak sekali perjalanan untuk menemukan 'Amerika'. Naskah aslinya telah berpindah tangan sejak beberapa kali kematian Jack Kerouac pada tahun 1969. Awal tahun ini, bintang musik country, Zach Bryan, membelinya dengan harga lebih dari Rp 211 miliar.
Simak Video "Video: Berkaca dari Cerita Sekitar, How to Kill Your Husband Jadi Lebih Relate ke Pembaca"
(tia/mau)