×
Ad

Energi Baru Teater Koma Lewat 'Rumah Sakit Jiwa'

Tia Agnes Astuti - detikPop
Sabtu, 11 Jul 2026 06:00 WIB
Cuplikan adegan pentas 'Rumah Sakit Jiwa' karya Teater Koma. Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation
Jakarta -

Menuju usia 50 tahun, Teater Koma makin menunjukkan taringnya. Gak pernah lelah melangkah, kelompok teater tertua di Indonesia itu segera menggelar pementasan teater ke-253 yang berjudul 'Rumah Sakit Jiwa' pada 30 Juli-2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, TIM.

Alih-alih bikin karya baru, naskah aslinya berasal dari tahun 1991 atau sekitar 35 tahun yang lalu. Naskahnya ditulis oleh pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno, yang meninggal pada 20 Januari 2023. Setelah pentas perdananya, Teater Koma gak pernah mementaskannya lagi. Tak seperti pentas Sampek Engtay hingga Opera Kecoa yang sering disegarkan dan dipentaskan ulang.

Nano yang jadi otak dari segala naskah luar biasa dari Koma, menulis kisah tentang pasien dan dokter rumah sakit jiwa, dengan segala intrik kekuasaannya. Pada masanya, seorang dokter muda punya pendekatan ramah terhadap pasien gila, namun sistem lama justru ingin membungkamnya.

Pada pementasan terbarunya nanti, Teater Koma ingin memberikan energi baru yang lebih fresh dan anak muda. Tak ingin melihat lagi kepada dokumentasi masa lampau, putra Nano dan Ratna Riantiarno, Rangga, yang juga menjadi sutradara justru menghadirkan nuansa baru.

Para pemain baru gak boleh nonton dokumentasi tahun 1991. Sekarang cuma ada 5 pemain lama yang terlibat, sisanya adalah pemain baru.

"Saya menganggap yang lalu lupakan, jadi memang jadi pertunjukan yang baru karena sutradara baru. Persepsinya juga baru. Dahulu, kami juga mendatangi RSJ buat riset, sekarang juga sama buat kebutuhan riset. Saya mendengar ceritanya, ada beberapa yang beda dari pengelolaan rumah sakit dulu dan sekarang," ucap produser Teater Koma, Ratna Riantiarno, saat jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (10/7).

Rumah Sakit Jiwa' digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/7)." title="Jumpa pers Teater Koma Pentas 'Rumah Sakit Jiwa'" class="p_img_zoomin" caption="Jumpa pers Teater Koma Pentas 'Rumah Sakit Jiwa' digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/7)." />Jumpa pers Teater Koma Pentas 'Rumah Sakit Jiwa' digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/7). Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation

Ada fakta di lapangan, banyak pasien RSJ adalah korban judi online (judol), ada juga orang yang gagal pemilihan umum, sampai permasalahan jiwa lainnya.

"Survei RSJ juga harus dilihat, yang sakit jiwa yang mana, yang sehat atau yang sakit jiwa. Kadang-kadang apa yang diucapkan oleh pasien ada yang benar. Kadang-kadang ada yang gak beres, mesti melihat sesuatu dan keadaan yang berbeda. Rangga (sekarang) punya POV yang beda," sambung Ratna.

Di pementasan mendatang, Rangga memberikan POV naskah 'Rumah Sakit Jiwa' yang beda dari pendahulunya. Bahkan ia menambahkan tagline 'Saya merasa dunia sedang berubah menjadi sebuah: Rumah Sakit Jiwa'.

"Sebenarnya kita punya dokumentasinya, saya memilih jangan ditonton lagi, kita melihat dengan mata yang baru. POV baru, mau ngomong apa dengan dunia. Ketika ada pemimpin dunia, presiden FIFA kasih kartu merah bisa dibatalin, atau ada yang nyerang tapi malahan dapat Peace Prize. Apa jangan-jangan kita yang gila dan mereka yang waras. Saya merasa dunia berubah ke rumah sakit jiwa," terangnya.

Komposisi Lagu Lebih Segar

Gak hanya pemain sebagian besar anak-anak muda, POV terbaru, maupun kostum dengan khas tie-dye saja namun ada hal lainnya. Komposisi lagu di pementasan Rumah Sakit Jiwa hadir dengan vibes kekinian dan lebih segar.

"Saya gak boleh menonton rekaman tahun 1991, saya berusaha juga gak mencari tahu sih. Kata Mas Nano, ada musik yang spesifik sekali ada terompet juga. Di luar itu, imajinasi saja. Bebas saja," ucap Fero A. Stefanus sebagai Pengarah Musik.

Ia menambahkan musik-musik dari tahun 2000-an sampai ke masa modern. Fero juga melibatkan para musisi dengan efek-efek tertentu. "Sentuhan musiknya bakal beda banget dan lebih segar," pungkasnya.



Simak Video "Siswa di Pasuruan Masuk RS Jiwa gegara Dibully Bertahun-tahun"

(tia/aay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork