Irau Malinau 2026 Siap Dijejali 23 Ribu Peserta Karnaval, Ada Aturan Ketat

Kalimantan Utara

Irau Malinau 2026 Siap Dijejali 23 Ribu Peserta Karnaval, Ada Aturan Ketat

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 14 Okt 2026 20:30 WIB
Jadwal Irau Malinau 2026. (dok Istimewa)
Foto: Jadwal Irau Malinau 2026. (dok Istimewa)
Malinau -

Perhelatan Irau Ke-12 dalam rangka HUT Ke-27 Kabupaten Malinau akan kembali digelar pada 20-26 Oktober 2026 mendatang. Ajang pesta budaya tahunan terbesar di Kabupaten Malinau ini diprediksi berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam atraksi seni, perlombaan tradisional, hingga pertunjukan hiburan rakyat.

Berdasarkan jadwal resmi panitia, rangkaian Irau 2026 akan dibuka pada Selasa (20/10/2026) malam. Pembukaan diisi dengan sajian tarian khas etnis seperti Dayak Lundayeh dan tari-tarian dari paguyuban Nusantara.

Selama sepekan, masyarakat bakal disuguhkan berbagai perlombaan, di antaranya lomba tari tradisional, olahraga tradisional seperti menyumpit dan egrang, hingga Lomba Ketinting di perairan. Puncak kemeriahan parade seni budaya di jalan raya akan tersaji dalam agenda Karnaval Budaya pada Sabtu (24/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau, Kristian, mengungkapkan partisipasi masyarakat dalam karnaval tahun ini diperkirakan melonjak tajam dan melampaui target awal panitia.

"Harapan kita target awal 20.000 peserta, tapi setelah kita memastikan berapa yang hadir berdasarkan kriteria dan laporan dari masing-masing etnis serta paguyuban, ternyata kita estimasikan bisa sampai 23.000 peserta," kata Kristian, Rabu (14/10).

Sebanyak 11 etnis dan 15 paguyuban dijadwalkan ambil bagian menampilkan kekayaan seni budaya masing-masing. Selain Paguyuban Toraja dan KKSS, karnaval ini turut melibatkan pelajar mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.

"Untuk memuluskan keterlibatan para siswa, Disbudpar Malinau berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara," terangnya.

Kristian menekankan seluruh peserta diwajibkan tampil totalitas mengenakan pakaian adat sesuai identitas daerah atau etnisnya. Langkah ini diambil agar karnaval tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan wadah edukasi budaya.

"Karena ini karnaval budaya, ya kita harus total menggunakan pakaian adat masing-masing. Tentunya bukan hanya ikut ramai saja, tapi harus menikmatinya sebagai sesuatu yang bernilai budaya, sehingga setiap orang bisa menghormati perbedaan," tegas Kristian.

Ada Aturan Ketat

Di samping itu, panitia menerapkan aturan ketat terkait estetika dan kenyamanan parade. Seluruh peserta diwajibkan berjalan kaki melintasi rute sepanjang 1 hingga 1,5 kilometer, dimulai dari area Stadion dan berakhir di Lapangan PLB.

"Panitia secara tegas melarang penggunaan kendaraan bermotor maupun kendaraan hias untuk peserta karnaval," tuturnya.

Properti budaya yang diperbolehkan hanya alat-alat tradisional yang dapat dipegang atau diikat di tubuh, seperti Blatong khas Lundayeh maupun perisai khas Dayak.

"Untuk musik-musiknya sedapat mungkin jangan pakai kendaraan, kalau bisa dimodifikasi pakai gerobak didorong silakan saja. Karena kita ini karnaval budaya, jadi dengan jalan kaki," ia menambahkan.

Sebagai informasi, ajang Irau Malinau tahun ini juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat setelah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads