Tentang Sungai Mahakam, Sungai Terpanjang di Kalimantan Timur

Tentang Sungai Mahakam, Sungai Terpanjang di Kalimantan Timur

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Selasa, 06 Okt 2026 08:45 WIB
Sungai Mahakam. (Istimewa/Laman Dinas Pariwisata Kalimantan Timur)
Foto: Sungai Mahakam. (Istimewa/Laman Dinas Pariwisata Kalimantan Timur)
Samarinda -

Sungai Mahakam membentang sekitar 920 kilometer, mengalir melintasi bagian hulu sekitar Pegunungan Muller di Kutai Barat, hingga Kota Samarinda, dan bermuara di Selat Makassar. Sungai Mahakam memegang peranan penting dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Sejak dahulu, sungai ini dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, sumber air, hingga mendukung kegiatan perikanan dan distribusi berbagai komoditas. Sungai Mahakam juga menjadi habitat bagi pesut Mahakam, salah satu mamalia air tawar ikon Borneo, yang kini keberadaannya terancam punah.

Mengenal Sungai Mahakam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Mahakam. (Istimewa/Laman Dinas Pariwisata Kalimantan Timur)Sungai Mahakam. (Istimewa/Laman Dinas Pariwisata Kalimantan Timur)

Mahakam merupakan sungai terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan panjang sekitar 920 kilometer. Sungai ini juga menjadi salah satu yang terpanjang di Indonesia.

Dalam laman Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dijelaskan sungai ini sudah menjadi jalur strategis sejak abad ke-4 Masehi, tepatnya era Kerajaan Kutai di Muara Kaman. Sungai Mahakam telah menjadi jalur strategis transportasi dan perdagangan.

Kala itu, selain warga lokal, para pelaut China dan India bahkan sudah menggunakan jalur sungai ini untuk berdagang. Hal itu dibuktikan dengan penemuan sejumlah arkeologi, seperti Prasasti Yupa yang menjadi penanda keberadaan Kerajaan Hindu pertama di Indonesia dan keramik asal Tiongkok di Kutai Lama.

Hingga saat ini, sungai Mahakam masih menjadi jalur transportasi andalan Benua Etam. Air sungainya nyaris selalu berwarna cokelat. Warna ini berasal dari kandungan tanah gambut dan lumpur halus yang terbawa dari hulu. Meski tidak jernih, air ini tetap mendukung kehidupan ekosistem sungai dan menjadi sumber utama bagi berbagai aktivitas warga.

Foto udara pekerja menyelesaikan pembangunan Teras Samarinda tahap kedua di tepian sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/12/2025). Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran dari dana APBD 2025 sebesar Rp94,34 miliar untuk pembangunan Teras Samarinda tahap kedua yang dibagi dalam empat segmen dengan fokus pada penataan ruang publik untuk pejalan kaki, penambahan area hijau, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penataan jalur transportasi umum. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/barPembangunan Teras Samarinda tahap kedua di tepian sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Disadur dari laman Kementerian Pariwisata, disebut Sungai Mahakam bukan sekadar jalur air, tapi juga jalur ekonomi. Di kawasan perkotaan, Sungai Mahakam membelah Kota Samarinda menjadi dua bagian besar dan memiliki peran penting dalam sejarah serta kehidupan masyarakat.

Batubara, hasil hutan, dan komoditas lain diangkut melalui sungai ini. Di sekitarnya tumbuh pelabuhan, kawasan industri, serta pasar tradisional yang mengandalkan sungai.

Pemerintah Kota Samarinda mencatat terdapat 27 sungai alam yang mengalir di wilayah kota. Sungai Karang Asam berperan dalam sistem drainase wilayah barat, sedangkan Sungai Kapih menjadi penghubung wilayah Sambutan. Sementara itu, Sungai Loa Janan memberikan akses menuju Kecamatan Loa Janan Ilir.

Di sepanjang Mahakam, budaya tumbuh subur. Suku Kutai dan Dayak yang bermukim di tepian sungai masih menjaga adat dan tradisi leluhur. Mulai dari rumah adat lamin hingga upacara adat, semuanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan.

Salah satu peran utama Sungai Mahakam adalah sebagai jalur transportasi dan logistik. Aktivitas pelayaran tongkang pengangkut batu bara berlangsung dari wilayah hulu, seperti Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, menuju Selat Makassar.

Selain itu, sungai ini juga dilalui kapal penumpang dan kapal kargo yang menghubungkan wilayah antarpulau maupun kawasan hulu. Speedboat reguler juga menjadi salah satu sarana transportasi menuju Tenggarong dan daerah-daerah di bagian hulu.

Tidak hanya menjadi jalur transportasi, Sungai Mahakam juga menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat. Perairannya dimanfaatkan untuk menangkap berbagai jenis ikan air tawar, seperti patin dan haruan atau ikan gabus, serta udang sungai.

Pesut Mahakam yang merupakan satwa dilindungi juga hidup di kawasan sungai ini. Aktivitas perairan tersebut turut menopang mata pencaharian ribuan nelayan kecil dan pedagang yang menjalankan usaha di rumah-rumah rakit. Selain itu, Sungai Mahakam juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk PDAM Kota Samarinda.

Habitat Satwa dan Daya Tarik Wisata

Pesut Mahakam. (Laman Kementerian Kelautan dan Perikanan)Pesut Mahakam. (Laman Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Sungai Mahakam menjadi habitat penting bagi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Sungai ini disebut sebagai satu-satunya habitat permanen pesut di Indonesia dan satwa tersebut menjadi salah satu ikon Kota Samarinda.

Keberadaan pesut sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kondisi ekosistem Sungai Mahakam dari berbagai aktivitas yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Bagi detikers yang pernah melintasi Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur, hampir mustahil rasanya jika tak mengenal atau setidaknya melihat sekilas sebuah bentang besi raksasa yang menjulur di atas Sungai Mahakam. Itulah Jembatan Mahakam, jantung penghubung kota dan simbol denyut kehidupan di Pulau Borneo.Jembatan Mahakam, jantung penghubung kota dan simbol denyut kehidupan di Pulau Borneo. Foto: Nadhifa Aurellia Wirawan/detikKalimantan

Sementara dari sisi pariwisata, Sungai Mahakam menjadi bagian penting dari identitas visual Kota Samarinda. Dirangkum dari laman Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, aktivitas susur sungai dapat menjadi salah satu pilihan wisata untuk menikmati suasana Mahakam.

Pada kawasan Tepian Mahakam berfungsi sebagai ruang publik sekaligus kawasan yang menampilkan wajah kota. Pemandangan matahari terbenam di tepian sungai juga menjadi salah satu gambaran yang kerap dikaitkan dengan Samarinda.

Di wilayah Kota Samarinda, Sungai Mahakam terhubung dengan sejumlah sungai lainnya. Sungai Karang Mumus berfungsi sebagai drainase pusat kota dan kawasan di sepanjang alirannya juga menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pasar tradisional.

Tidak hanya memiliki fungsi ekologis dan ekonomi, Sungai Mahakam juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Keindahan alam, budaya masyarakat setempat, serta beragam aktivitas khas sungai membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa daya tarik yang dapat dinikmati:

1. Menikmati Sunset di Tepian Samarinda

Salah satu panorama yang menarik di Sungai Mahakam dapat dinikmati ketika matahari mulai terbenam dari tepian Samarinda. Langit yang dihiasi perpaduan warna oranye dan ungu akan memantul di permukaan air sungai yang kecokelatan, sehingga menciptakan suasana yang tenang.

Tepian Mahakam pun menjadi salah satu lokasi yang banyak dipilih masyarakat maupun wisatawan untuk bersantai sembari menikmati suasana sore.

2. Rumah Terapung dan Jembatan Mahakam

Rumah terapung yang berada di sekitar tepian sungai menjadi salah satu ciri khas Sungai Mahakam. Keberadaan rumah-rumah tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan lingkungan perairan.

Tidak jauh dari kawasan tersebut, terdapat Jembatan Mahakam yang berdiri sebagai salah satu penghubung penting di Kota Samarinda sekaligus menjadi gambaran perkembangan kota.

3. Menyusuri Sungai Mahakam

Menjelajahi Sungai Mahakam melalui aktivitas susur sungai dapat menjadi pengalaman tersendiri. Wisatawan dapat menyewa kapal kayu maupun klotok untuk menyusuri aliran sungai dari Samarinda menuju wilayah hulu.

Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan desa, kawasan hutan, serta aktivitas masyarakat yang masih lekat dengan kehidupan sungai.

Ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan ketika berada di sekitar Sungai Mahakam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Naik Kelotok atau Kapal Wisata

Wisatawan dapat merasakan pengalaman menyusuri Sungai Mahakam dengan perahu secara perlahan sembari menikmati hembusan angin dan pemandangan alam di sekitar sungai.

Perjalanan paling populer dimulai dari Dermaga Pasar Pagi melewati Jembatan Mahkota II, Islamic Center, Jembatan Mahakam Kembar, hingga Big Mall sebelum kembali ke dermaga awal.

  • Mencicipi Kuliner Ikan Air Tawar

Beragam makanan khas berbahan ikan air tawar juga dapat dicoba, seperti ikan haruan bakar, pepes patin, hingga pindang ikan lais.

  • Melihat Pesut Mahakam

Di kawasan seperti Muara Pahu atau sekitar Kutai Kartanegara, wisatawan berkesempatan melihat pesut Mahakam yang sesekali muncul ke permukaan.

Meski memiliki berbagai fungsi strategis, Sungai Mahakam juga menghadapi sejumlah tantangan. Sedimentasi menjadi salah satu persoalan yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan di wilayah hulu, termasuk aktivitas pertambangan dan perkebunan.

Sungai ini juga menghadapi ancaman pencemaran yang berasal dari limbah industri, pertambangan, maupun aktivitas domestik. Di sisi lain, aktivitas tongkang dan penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dapat mengancam keberadaan pesut Mahakam.

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads