Di tengah perkembangan Kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa tetap menjadi ikon yang tak tergantikan. Berdiri tepat di garis lintang 0 derajat, monumen ini bukan sekadar tempat berfoto, tetapi menjadi saksi sejarah, laboratorium alam, sekaligus magnet wisata yang dikenal hingga mancanegara.
Daya tarik utama Tugu Khatulistiwa adalah fenomena kulminasi matahari yang terjadi dua kali setiap tahun, sekitar 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada momen tersebut, matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda tegak seolah menghilang. Fenomena langka itu menjadi alasan ribuan wisatawan datang ke Pontianak setiap tahunnya.
Tak hanya menyimpan keunikan astronomi, tugu yang pertama kali ditandai dengan tonggak kayu pada 1928 itu juga menjadi simbol identitas Kota Pontianak. Kini, replika tugu berdiri melindungi bangunan asli yang berada di dalam kompleks monumen.
Tugu Khatulistiwa Bagi Warga Setempat
Tugu Khatulistiwa memiliki sejumlah simbol penting, yang menunjukkan posisi garis khatulistiwa sebagai pembatas antara belahan bumi utara dan selatan.
Sebagai situs bersejarah, Tugu Khatulistiwa tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya dan destinasi wisata unggulan yang membanggakan masyarakat Pontianak.
Seperti diungkapkan Rizki (29), warga asli Pontianak ini mengaku kerap membawa kerabat dari luar daerah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa. Menurutnya.
"Kalau ada keluarga datang ke Pontianak, pasti saya ajak ke sini. Mereka penasaran berdiri tepat di garis khatulistiwa. Apalagi kalau bisa datang saat kulminasi matahari, itu pengalaman yang tidak semua daerah punya," ujarnya kepada detikKalimantan, Sabtu (25/7/2026).
Hal senada disampaikan warga Pontianak lainnya, Yuni (35). Menurutnya, kawasan Tugu Khatulistiwa memiliki potensi lebih besar jika dipadukan dengan wisata kuliner dan tepian Sungai Kapuas.
"Tempatnya sudah bagus, tinggal diperbanyak kegiatan budaya dan festival supaya wisatawan betah lebih lama," katanya.
Pemkot Pontianak Terus Benahi
Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan penataan kawasan Tugu Khatulistiwa agar semakin nyaman bagi wisatawan. Renovasi bangunan, pembenahan museum, hingga pengembangan kawasan pendukung dilakukan untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyebut penataan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan pelaku UMKM di sekitarnya.
"Harapannya pengunjung akan lebih nyaman dan semakin banyak wisatawan yang datang ke Tugu Khatulistiwa," ujar Edi.
Selain menjadi objek wisata, Tugu Khatulistiwa juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai astronomi, geografi, dan sejarah. Sejak 2024, kawasan ini juga menerapkan retribusi masuk sebagai bagian dari pengelolaan destinasi wisata daerah.
Simak Video "Video K-Talk: SUPER JUNIOR-83z Punya 'Promise' Spesial buat E.L.F Indonesia"
(aau/aau)