Berenang Bareng 4 Spesies Ubur-ubur Tanpa Sengat di Pulau Kakaban Kalimantan

Berenang Bareng 4 Spesies Ubur-ubur Tanpa Sengat di Pulau Kakaban Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 23 Jul 2026 14:30 WIB
Pulau Kakaban.
Foto: Pulau Kakaban (Dok. Kementerian Pariwisata)
Berau -

Selain Pulau Derawan, Pulau Kakaban juga menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di dalamnya ada Danau Kakaban yang merupakan danau air asin purba habitat ubur-ubur tanpa sengat.

Pulau Kakaban punya bentuk yang menyerupai angka sembilan, atau sering disebut berbentuk atol (mirip cincin). Pulai ini berada di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. Nama Kakaban berasal dari bahasa masyarakat setempat yang berarti memeluk, sama seperti daratannya yang memeluk danau besar di tengahnya.

Di tengah pulau itu terdapat Danau Kakaban seluas sekitar 400 hektare yang digadang sebagai danau air asin terbesar di dunia. Diperkirakan danau ini telah terbentuk sekitar dua juta tahun lalu ketika atol karang terangkat akibat aktivitas geologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air laut yang sebelumnya berada di dalam atol kemudian terperangkap dan bercampur dengan air hujan serta air tanah dan kemudian membentuk ekosistem air payau yang unik. Walaupun begitu, Danau Kakaban punya karst bawah tanah yang memungkinkan aliran air garam masuk ke dalamnya.

Karena keunikannya itu, Pulau Kakaban termasuk dalam Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87/KEPMEN-KP/2016.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata RI, pemerintah juga telah menetapkan Danau Kakaban sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah sejak 2013 untuk menjaga kelestarian ekosistemnya.

Daya Tarik Utama di Pulau Kakaban

mari berenang bersama Ubur Ubur.mari berenang bersama Ubur Ubur. Foto: detik

Daya tarik utama Pulau Kakaban tentu saja adalah keberadaan empat spesies ubur-ubur tanpa sengat yang hidup bebas di dalam danaunya. Ada beberapa danau serupa di Indonesia namun hanya Kakaban yang diketahui punya empat spesies ubur-ubur tanpa sengat sekaligus.

Keempat spesies ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban adalah ubur-ubur emas (Mastigias cf. albipunctatus), ubur-ubur bulan (Aurelia sp.), ubur-ubur kotak (Tripedalia sp.), ubur-ubur terbalik (Cassiopea sp.) Populasi yang paling banyak tercatat adalah ubur-ubur emas dan ubur-ubur terbalik.

Selama ribuan tahun terisolasi dari laut lepas, ubur-ubur tersebut mengalami proses evolusi sehingga kehilangan kemampuan menyengat. Itulah sebabnya wisatawan diperbolehkan berenang dan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa khawatir terkena sengatan, selama tetap menjaga kelestarian habitatnya.

Selain ubur-ubur, Danau Kakaban juga menjadi rumah bagi berbagai biota endemik lainnya seperti teripang Kakaban (Synaptula spinifera), tunikata (Styela complexa), anemon, cacing pipih, spons laut, moluska, bintang ular, bintang laut, ganggang hijau Halimeda, dan puluhan jenis batu karang.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Pulau Kakaban

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan untuk menikmati pesona alam di Pulau Kakaban. Aktivitas paling wajib dilakukan tentunya berenang dan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa sengat.

Tenang saja, air danau di sini relatif tenang sehingga wisatawan bisa mengamati ribuan ubur-ubur berenang mengikuti cahaya matahari dari jarak sangat dekat. Nah, pengalaman seperti ini yang hampir tidak bisa ditemukan di tempat lain di Indonesia.

Jembatan kayu hutan mangrove di Pulau Kakaban.Jembatan kayu hutan mangrove di Pulau Kakaban. Foto: Bonauli

Sebelum sampai ke danau, wisatawan juga akan melewati jalur trekking berupa jembatan kayu yang membelah hutan mangrove. Di perjalanan yang singkat itu wisatawan bisa menikmati udara segar dari pohon mangrove sambil mengamati burung maupun hewan-hewan yang hidup di sana sebelum sampai di tepi danau.

Hamparan pantai berpasir putih, tebing karst, serta laut biru jernih juga akan memanjakan mata. Pantai di sekitar Pulau Kakaban tidak kalah cantik karena di bawahnya ada gugusan terumbu karang yang masih terjaga.

Aturan Wisata dan Cara Berkunjung ke Pulau Kakaban

Sebagai kawasan konservasi, detikers wajib mematuhi sejumlah aturan agar ekosistem Danau Kakaban tetap terjaga. Pengunjung wajib mencuci bersih seluruh peralatan menyelam sebelum masuk ke danau.

Selain itu, tidak direkomendasikan menggunakan tabir surya dan lotion anti nyamuk karena bahan kimianya bisa merusak ekosistem ubur-ubur. Berenang juga harus dilakukan secara perlahan tanpa menyentuh ubur-ubur dan dilarang menggunakan fins atau peralatan scuba diving.

Danau Kakaban dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dengan harga tiket masuk sekitar Rp 30.000 per orang. Untuk mencapai pulau ini, perjalanan biasanya dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Kalimarau, Berau.

Dari bandara, wisatawan melanjutkan perjalanan darat sekitar 2-3 jam menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Selanjutnya perjalanan diteruskan menggunakan speedboat selama sekitar dua jam menuju Pulau Kakaban melalui perairan Kepulauan Derawan.

Walaupun perjalanannya cukup panjang, semuanya akan terbayarkan dengan berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat. Yuk, pesan tiket menuju Pulau Kakaban sekarang juga!



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads