Labuan Cermin masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dan makin ramai saat akhir pekan.
Ketua LEKMALAMIN selaku pengelola Labuan Cermin, Khairul Razikin mengatakan saat ini rata-rata jumlah kunjungan mencapai 40 hingga 50 orang per hari. Angka tersebut diprediksi terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa libur sekolah.
"Rata-rata sekitar 40 sampai 50 orang setiap hari. Biasanya kalau sudah mendekati hari Jumat atau akhir pekan, jumlahnya lebih meningkat lagi," katanya kepada detikKalimantan, Minggu (28/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, kawasan wisata Labuan Cermin dibuka setiap hari sehingga wisatawan bisa datang kapan saja. Namun, ada batas waktu bagi pengunjung yang ingin membeli tiket masuk.
"Jam operasional mulai pukul 08.00 sampai 17.00 Wita. Tapi loket masuk kami tutup pukul 16.00 Wita," jelasnya.
Tak hanya menawarkan panorama air jernih yang menjadi daya tarik utama, Labuan Cermin juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang bagi wisatawan. Pengunjung dapat menyewa pelampung dan perlengkapan snorkeling, sementara anak-anak juga disediakan kolam khusus untuk bermain air.
"Fasilitasnya ada pelampung, snorkeling, kolam anak-anak. Semua penyewaan itu kami akomodir dari masyarakat supaya mereka juga mendapatkan manfaat dari aktivitas wisata di Labuan Cermin," ungkapnya.
Selain itu, di kawasan wisata juga tersedia gazebo yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat. Pengelola juga menyediakan menara pandang untuk menikmati aktivitas wisata dari ketinggian, serta musala yang kerap digunakan pengunjung untuk beribadah maupun makan bersama keluarga.
"Gazebo bisa dipakai istirahat. Ada juga menara pandang untuk melihat aktivitas pengunjung dari atas, kemudian musala yang sering digunakan pengunjung untuk beristirahat atau makan bersama keluarga," katanya.
Khairul mengaku hingga saat ini belum pernah ada kegiatan berskala besar yang digelar di kawasan Labuan Cermin. Mayoritas wisatawan datang bersama keluarga atau rombongan kecil untuk menikmati suasana alam.
"Kalau acara besar belum pernah ada. Biasanya pengunjung datang bersama keluarga, membawa bekal lalu menikmati suasana di sini," tuturnya.
Untuk penyewaan fasilitas, tarif yang dikenakan masih cukup terjangkau. Pelampung dewasa maupun perlengkapan snorkeling disewakan seharga Rp 25 ribu, sedangkan pelampung anak dipatok Rp 10 ribu.
"Hasilnya kami bagi dengan masyarakat sekaligus untuk pemeliharaan fasilitas," ucapnya.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Labuan Cermin, pengelola juga menyediakan kapal menuju lokasi wisata. Tarif sewanya sebesar Rp 270 ribu per kapal dengan kapasitas maksimal 10 orang.
"Tarif kapal Rp 270 ribu per kapal dengan kapasitas maksimal 10 orang. Selain itu ada retribusi Rp 10 ribu per orang yang kami setorkan ke pemerintah daerah sesuai Perda," pungkasnya.
(sun/des)
