Kalimantan memiliki Pegunungan Meratus yang membentang dari bagian selatan Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Tengah dan membelah Kalimantan Timur. Rangkaian pegunungan itu punya berbagai puncak yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur.
Salah satu puncaknya adalah Gunung Kahung yang berada di Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Walaupun bukan yang tertinggi di Kalimantan, Gunung Kahung jadi salah satu objek pendakian yang menantang.
Pendaki akan diajak menyusuri hutan hujan tropis Kalimantan yang masih alami, menyeberangi sungai-sungai jernih, menikmati keindahan Air Terjun Kahung, dan kemudian mencapai puncak dengan pemandangan Waduk Riam Kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung Kahung berada di kawasan Pegunungan Meratus ini dikenal sebagai pegunungan tertua di Kalimantan. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.456 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Kahung tetap menjadi salah satu tujuan pendakian favorit di Kalimantan Selatan berkat keindahan alamnya yang masih lestari.
Dimulai dari Waduk Riam Kanan
Petualangan menuju Gunung Kahung dimulai dari kawasan Waduk Riam Kanan. Dari Kota Banjarmasin atau Banjarbaru, perjalanan darat menuju Dermaga Tiwingan atau Dermaga PLTA Riam Kanan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Dari dermaga, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu mesin atau klotok menuju Desa Belangian. Selama sekitar 90 menit hingga dua jam menyeberangi waduk, detikers akan disuguhi pemandangan perbukitan hijau, pulau-pulau kecil di tengah waduk, dan yang pasti rangkaian Pegunungan Meratus yang menjulang di kejauhan.
Biaya sewa klotok bervariasi tergantung jumlah penumpang dan kapasitas perahu. Berdasarkan informasi dari para pendaki, tarif klotok berkisar Rp30 ribu per orang sekali jalan. Jika rombongan ramai, pengunjung bisa carter perahu besar yang muat hingga 25 orang..
Menuju Jalur Pendakian
Sesampainya di Desa Belangian, pendaki diwajibkan melakukan registrasi atau mengurus Simaksi untuk mendata pengunjung. Biayanya relatif murah, sekitar Rp2 ribu per orang.
Dari desa, perjalanan menuju titik awal pendakian ditempuh dengan berjalan kaki atau bisa juga menggunakan jasa ojek yang tersedia. Banyak pendaki memilih ojek karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Tarifnya sekitar Rp40 ribu sekali jalan dengan durasi perjalanan sekitar 15 hingga 20 menit.
Jalur awal masih berupa jalan semen yang relatif mudah dilalui. Namun setelah memasuki kawasan hutan, tantangan akan mulai terasa. Pendaki akan melewati beberapa pos atau shelter sebelum mencapai puncak. Jalur tersebut didominasi hutan hujan tropis dengan berbagai pohon besar, akar-akar pohon yang keluar dari tanah dan membelah jalur, serta beberapa sungai kecil yang harus diseberangi.
Pesona Air Terjun Kahung
Pemandangan Air Terjun Lembah Kahung di kawasan pendakian Gunung Kahung. (Istimewa/meratusgeopark.org) |
Salah satu daya tarik terbesar Gunung Kahung adalah Air Terjun Kahung yang berada di jalur pendakian. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan air yang sangat jernih.
Keberadaan air terjun ini menjadi alasan banyak wisatawan yang datang walaupun tidak berniat mendaki sampai ke puncak. Saat cuaca cerah, air di kawasan ini bisa terlihat berwarna kebiruan. Tidak heran jika Air Terjun Kahung menjadi salah satu destinasi wisata alam paling laris di Kabupaten Banjar. Bagi para pendaki sendiri, lokasi air terjun ini digunakan sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Trek Menantang Menuju Puncak
Setelah melewati kawasan air terjun, medan pendakian mulai berubah. Beberapa jalur kemiringannya cukup ekstrem dan licin, terutama saat musim hujan.
Pendaki harus melewati tanjakan panjang hingga jalur yang dipenuhi lumut. Di beberapa titik juga terdapat jurang di sisi jalur sehingga perlu kehati-hatian.
Salah satu tantangan Gunung Kahung adalah banyaknya pacet atau lintah hutan, terutama ketika lembap. Karena itu, detikers sebaiknya menggunakan pakaian tertutup dan membawa perlengkapan yang lengkap.
Gunung Kahung juga memiliki kekayaan flora dan fauna khas Kalimantan yang melimpah. Di sepanjang jalur, detikers bisa melihat pohon ulin, meranti, keruing, rotan, dan tanaman endemik lainnya. Berbagai jenis anggrek hutan dan kantong semar juga tumbuh alami di kawasan ini. Sementara untuk fauna, kawasan Pegunungan Meratus menjadi habitat berbagai satwa seperti burung rangkong, elang hutan, musang, kijang, hingga beragam spesies kupu-kupu tropis.
Tips Mendaki Gunung Kahung
Sebelum mendaki Gunung Kahung, beberapa hal berikut ini sebaiknya perlu detikers ketahui:
- Gunakan sepatu hiking dengan grip atau anti-slip
- Bawa jas hujan karena cuaca di kawasan Meratus tidak menentu
- Siapkan minimal dua liter air minum
- Gunakan dry bag untuk melindungi barang elektronik
- Bawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K
- Hindari mendaki sendirian
- Jika baru pertama kali datang, gunakan jasa pemandu yang tersedia
- Datang saat musim kemarau, sekitar Mei hingga September, untuk menghindari jalur yang terlalu licin
Ada banyak sekali yang bisa dikunjungi ketika mendaki ke Gunung Kahung, mulai dari Air Terjun Kahung, Waduk Riam Kanan, dan tentunya bisa menikmati pemandangan hamparan Gunung Kahung yang megah. Yuk, jelajahi sisi lain dari Kalimantan Selatan ini!

