Menengok Keunikan Kelenteng Timbul, Berdiri di Tengah Laut Kubu Raya

Menengok Keunikan Kelenteng Timbul, Berdiri di Tengah Laut Kubu Raya

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 10 Feb 2026 17:33 WIB
Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)
Foto: Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)
Kubu Raya -

Di tengah laut lepas Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), berdiri sebuah kelenteng yang tak biasa bernama Xiao Yi Shen Tang atau Kelenteng Dharma Bakti. Warga setempat lebih akrab menyebutnya Kelenteng Timbul atau Pekong Laut, karena bangunannya berdiri sendirian di tengah laut.

Letak kelenteng ini sekitar lima kilometer dari daratan. Tak ada jalan darat menuju Kelenteng Timbul. Wisatawan harus menumpang perahu klotok atau kapal wisata untuk mencapainya.

Perjalanan menyusuri laut dari Kecamatan Sungai Kakap, menjadi pengalaman tersendiri. Pengunjung akan dibuat takjub saat bangunan kelenteng mulai terlihat muncul dari kejauhan, seolah terapung di atas air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari informasi yang dihimpun detikKalimantan dan disadur dari laman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kubu Raya, Kelenteng Xiao Yi Shen Tang (孝意神堂) atau Klenteng Dharma Bakti dibangun pada 1969 oleh warga Tionghoa di Sungai Kakap.

Kelenteng Timbul dibangun menjadi rumah ibadah satu-satunya di tengah laut lepas, jauh dari daratan dan tidak ada bangunan di sekelilingnya. Proses pembangunannya dulu dilakukan secara gotong royong. Kayu ulin dan material bangunan lainnya dikirim bergiliran menggunakan perahu.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)

Berdasarkan cerita warga setempat, Pekong Tengah Laut ini didirikan sebagai wujud bakti kepada empat Jenderal Laut, dewa pelindung yang dipercaya menemani nelayan saat melaut mencari ikan.

Pekong ini bukan hanya tempat sembahyang, tetapi juga sebagai penentu arah bagi nelayan Sungai Kakap. Saat malam hari, lampu kelenteng yang menyala dengan mesin diesel menjadi penunjuk arah alami menuju muara Sungai Kakap. Dalam gelapnya laut, cahaya dari kelenteng ini menjadi penanda pulang yang sangat berarti.

Kelenteng Xiao Yi Shen Tang dibangun di atas laut dengan dermaga di sisi utara. Bangunan kelenteng berukuran sekitar 20 x 20 meter dan menghadap ke timur. Seluruh struktur dibuat dari kayu belian atau kayu ulin yang dikenal sangat kuat terhadap air dan cuaca ekstrem.

Atapnya berwarna merah, sementara dinding kayu dicat biru, berpadu dengan warna laut di sekelilingnya. Ombak biasanya tenang di pagi hari, namun mulai bergelora setelah siang.

Kelenteng ini terdiri dari tiga bangunan utama dengan bubungan atap melengkung khas Tiongkok. Di bagian depan, sepasang burung phoenix menghiasi atap, sementara di bagian belakang terdapat sepasang naga Tiongkok.

Naga melambangkan kekuatan dan keberuntungan, sedangkan phoenix melambangkan kelembutan dan kebajikan.

Di dalam kelenteng, terdapat empat altar yang berada di setiap sudut bangunan. Sayap kiri dilengkapi enam tempat tidur bersusun untuk tamu atau peziarah, sementara sayap kanan difungsikan sebagai dapur dan toilet.

Pintu masuk dijaga patung Qin Qiong dan Yuchi Gong, sementara dewa utama yang dipuja adalah Guan Gong, simbol kesetiaan dan keadilan.

Ramai Dikunjungi saat Imlek

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)Umat beribadah di Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya. (Ocsya Ade CP)

Belum lama ini, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata pada Disporapar Kalbar, Rita Hastarita bertandang ke kelenteng ini. Ia mengatakan, kelenteng atau pekong ini menjadi salah satu destinasi wisata dan cagar budaya di Kubu Raya.

"Jadi, Pekong Tengah Laut di Sungai Kakap ini termasuk dalam cagar budaya Kabupaten Kubu Raya dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, khususnya di wilayah Sungai Kakap," kata Rita.

Lebih dari setengah abad berdiri di tengah laut, Kelenteng Xiao Yi Shen Tang kini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang unik.

"Tempat ini merupakan wisata religi, sekaligus wisata budaya, sehingga menjadi dua kombinasi wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Pekong Tengah Laut," kata Rita.

Kata Rita, pada momen hari-hari besar keagamaan seperti perayaan Imlek, jumlah pengunjung yang datang ke Kelenteng Timbul cukup tinggi.

"Dalam kurun waktu sekitar dua minggu perayaan Imlek, berdasarkan data kapal wisata, jumlah wisatawan dan pengunjung yang hadir ke Pekong Tengah Laut mencapai sekitar 2.000 orang, baik untuk beribadah maupun berwisata," ucap dia.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Pekong Laut bukan sekadar melihat bangunan langka, melainkan merasakan kisah iman, budaya, dan hubungan manusia dengan laut yang begitu kuat.

Dengan nilai sejarah dan memiliki keunikan, Rita berharap kelenteng ini dapat terus dijaga kelestariannya serta bisa berkembang menjadi wisata religi di Kalbar.

"Ya, tentunya karena sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, ini menjadi salah satu prioritas untuk dijaga kelestariannya. Kelenteng ini unik ya, karena berada di tengah laut, di muara Sungai Kakap, kemudian menghadap ke Laut Natuna. Tentu kita ingin pontensi wisata ini terus berkembang baik kedepannya," harapnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads