Sejarah Rumah Keluarga Tjhia yang Jadi Wisata Ikonik Singkawang

Sejarah Rumah Keluarga Tjhia yang Jadi Wisata Ikonik Singkawang

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 10 Feb 2026 10:59 WIB
Choi Pan khas Singkawang
Rumah Keluarga Tjhia Singkawang. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Singkawang -

Rumah Keluarga Tjhia atau Rumah Marga Tjhia (Chia) adalah salah satu tempat wisata ikonik di Singkawang, terutama saat momen Imlek dan Cap Go Meh. Bukan sekadar bangunan, rumah ini adalah 'museum hidup' yang bersejarah.

Bangunan cagar budaya ini menjadi saksi bisu sejarah toleransi, akulturasi budaya, dan kehangatan kuliner khas Singkawang. Berikut adalah panduan lengkap mengenai Rumah Keluarga Tjhia, mulai dari sejarah, arsitektur, kuliner khas, hingga tips berkunjung.

Sejarah: Dari Pelarian Menjadi Saudagar

Rumah Tjhia Singkawang.Rumah Keluarga Tjhia Singkawang. Foto: dok DJKN

Berdasarkan informasi di lokasi Rumah Keluarga Tjhia, kisah rumah ini bermula dari sosok Chia Siu Xi yang juga disebut dengan nama Mandarin Xie Shou Shi. Dia adalah perantau dari Desa Jian Mei, Kabupaten Hai Cang, sebuah desa pesisir kecil di Fujian, China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan Chia Siu Xi ke Kalimantan penuh lika-liku. Ia tiba di Singkawang dengan beberapa perahu layar setelah melarikan diri dari kerusuhan yang terjadi di Semenanjung Malaya. Di tanah baru ini, ia tidak langsung sukses. Chia Siu Xi bekerja keras menggarap lahan tidur hingga bernilai ekonomis tinggi.

Kerja kerasnya membuahkan hasil luar biasa. Dari hasil pertanian dan perkebunan, ia membangun armada kapal dagang sendiri untuk mengekspor komoditas bumi menuju Singapura. Kesuksesan ini turut mendongkrak ekonomi Singkawang, mengubah perkampungan sunyi menjadi bandar dagang yang ramai.

Pada masa itu, Chia Siu Xi mendirikan kantor dagang bernama Chia Hiap Seng (Tjhia Hiap Seng). Karena pengaruh besarnya, ia menjadi sosok tersohor dan sangat dihormati, baik oleh masyarakat maupun pejabat pemerintah kolonial Belanda.

Sebagai tanda penghormatan, pemerintah Hindia Belanda menghibahkan tanah seluas kurang lebih 5.000 meter persegi kepada Chia Siu Xi. Di atas tanah inilah, pada tahun 1901, ia membangun kompleks rumah megah ini.

Daya Tarik Rumah Keluarga Tjhia

Rumah Keluarga Tjhia sangat menarik untuk dikunjungi. Mulai dari arsitektur, sejarah, hingga wisata kulinernya nggak boleh dilewatkan.

1. Arsitektur China-Eropa

Arsiteknya didatangkan langsung dari Tiongkok untuk memastikan keaslian gaya Siheyuan. Gaya ini memiliki halaman terbuka di tengah (courtyard) yang dikelilingi oleh bangunan utama dan kamar-kamar sayap, membentuk huruf "U". Filosofi ini bertujuan untuk menjaga sirkulasi udara dan mempererat hubungan keluarga.

Bangunan ini memadukan budaya Tiongkok dan Indische. Terdapat dua ruangan besar di bagian depan dan belakang yang penuh dengan ornamen ukiran rumit di setiap ambang pintunya.

Struktur utamanya menggunakan kayu ulin khas Kalimantan yang terbukti kokoh melintasi zaman.

Dahulu, area depan rumah ini yang menghadap ke sungai berfungsi sebagai pelabuhan pribadi. Kapal-kapal dagang Chia Hiap Seng berlabuh di sini, menyusuri Sungai Kuala hingga tembus ke lautan lepas menuju Malaysia dan Singapura.

2. Jadi 'Museum Hidup'

Berbeda dengan museum pada umumnya yang hanya memajang benda mati, Rumah Marga Tjhia adalah rumah tinggal yang 'hidup'. Pengunjung akan melihat aktivitas sehari-hari penghuninya.

Halaman tengah dan teras rumah dibuka untuk umum. Pengunjung bisa berfoto, duduk santai, dan menikmati suasana tempo dulu. Lorong-lorong rumah yang estetis sering dipakai untuk foto pre-wedding.

Choi Pan khas SingkawangChoi Pan khas Singkawang. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

3. Kuliner Legendaris Choipan

Bagi para pelancong, daya tarik utama lainnya adalah kuliner khas. Dapur Rumah Marga Tjhia menyajikan jajanan tradisional Singkawang yang autentik.

Choipan adalah menu andalan di sini, yang terkenal dengan kulit lembut dan isian yang gurih, dengan topping bawang goreng melimpah. Isiannya seperti bengkuang, kucai, atau rebung.

Selain Choipan, tersedia juga jajanan seperti rujak serut, tahu, dan minuman segar yang cocok diminum di tengah panasnya Singkawang.

Lokasi dan Akses

Lokasinya cukup strategis namun agak 'tersembunyi', yakni di Jalan Budi Utomo No 35 (Kawasan Tradisional), Singkawang Barat, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Pintu masuknya berupa gang kecil di antara deretan ruko modern di Jalan Budi Utomo. Carilah gapura bertuliskan 'Gerbang Marga Tjhia'. Masuklah dan temukan gapura bertuliskan 'Kawasan Tradisional'.

Letaknya berada di tepi sungai, karena dulunya merupakan jalur transportasi utama. Anda bisa melihat pemandangan sungai yang tenang dari halaman belakang.

Choi Pan khas SingkawangPintu masuk Rumah Keluarga Tjhia di Singkawang. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Tips Berkunjung

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau sore hari untuk menghindari cuaca panas. Namun jika tidak ingin kehabisan menu choipan di musim liburan, maka sebaiknya datang lebih awal.

Dan perlu diingat. Karena ini adalah rumah tinggal, pengunjung diharapkan bersikap sopan, tidak berteriak-teriak, dan meminta izin jika ingin memotret area yang lebih privat.

Halaman 2 dari 3
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads