Bisnis wisata antariksa didominasi perusahaan Barat. Namun kini, perusahaan luar angkasa China membuka reservasi untuk perjalanan ke tepi antariksa, dengan harga tiket miliaran Rupiah.
Dikutip detikInet, perusahaan itu bernama InterstellOr yang belum lama ini memamerkan kapsul awak bernama CYZ1 (ChuanYueZhe 1) versi eksperimental, yang akan membawa turis ke luar angkasa. Mereka juga melakukan uji coba pendaratan buffer.
Kapsul awak itu dirancang untuk membawa penumpang melewati Garis Karman di ketinggian lebih dari 100 km. Garis itu dipakai untuk menentukan batas awal luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan seperti itu disebut sebagai penerbangan sub-orbital karena belum mencapai luar angkasa sebenarnya. Penumpang InsterstellOr juga tidak bisa disebut sebagai astronaut, tapi setidaknya mereka bisa merasakan sensasi melayang di mikrogravitasi selama beberapa menit.
Perusahaan itu menargetkan penerbangan berawak pertamanya pada 2028 dan mereka sudah membuka pendaftaran. Namun jadwal itu dapat berubah tergantung pada pengembangan, uji coba, dan proses sertifikasi.
Walau penerbangannya masih dua tahun lagi, InterstellOr sudah mengamankan beberapa turis selebriti pertamanya. Salah satunya adalah aktor China Johnny Huang Jingyu yang akan terbang sebagai penumpang nomor 009, seperti dikutip dari Space.com, Senin (2/2/2026).
Penerbangan ke tepi luar angkasa itu dibanderol dengan harga mulai dari 3 juta Yuan atau sekitar Rp 7,3 miliar. Calon penumpang yang ingin melakukan reservasi harus membayar deposit sebesar 10%.
InterstellOr didirikan pada Januari 2023. Perusahaan yang bermarkas di Beijing, China itu memiliki tim teknis inti yang sudah berpengalaman menggarap program penerbangan luar angkasa berawak yang dipimpin oleh pemerintah China.
InterstellOr mengikuti langkah perusahaan wisata luar angkasa asal barat, khususnya Blue Origin. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu juga menerbangkan turis dalam penerbangan singkat ke Garis Karman menggunakan roket New Shepard.
Menariknya, InterstellOr bukan satu-satunya perusahaan China yang berencana menghadirkan bisnis wisata suborbital. CAS Space, perusahaan spinoff dari Chinese Academy of Sciences, juga mengembangkan program serupa dan pada Januari lalu sudah melakukan uji coba peluncuran tanpa awal pertamanya.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/aau)
