Gunung Putih di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara menjadi destinasi wisata favorit warga setempat. Dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung yang dominan warna putih ini bisa terlihat jelas dari Kecamatan Tanjung Selor, seolah menyapa para pengunjung yang datang ke Kabupaten Bulungan.
Soraya, seorang warga Bulungan, baru-baru ini mengajak tujuh rekannya termasuk rekan kerja dari Kalimantan Timur (Kaltim), untuk menjelajahi keindahan Gunung Putih.
"Kebetulan teman penasaran ke Gunung Putih karena melihat gunung tersebut dari jauh," ujar Soraya seperti dikutip detikKalimantan, Jumat (29/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menuju lokasi, pengunjung punya dua pilihan jalur. Pertama, menyeberang Sungai Kayan menggunakan perahu dari Tanjung Selor ke Tanjung Palas. Biaya penyeberangan Rp 10.000 untuk motor dan Rp 5.000 per orang, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.
Kedua, lewat jalan poros Bulungan-Malinau yang memakan waktu 15-20 menit. Lokasi gunung berada tepat di jalan poros tersebut, dan masuk ke area wisata ini gratis tanpa pungutan biaya.
Soraya berbagi pengalaman mendaki sampai ke puncak gunung. Di mana mereka disambut puluhan anak tangga yang menanjak curam.
"Saat menaiki gunung tersebut, harus berhati-hati karena kondisi jalan sangat licin," pesannya.
Awalnya, Soraya dan rombongan semangat banget. Mereka bahkan nekat tak membawa air minum, karena mengira medan tak terlalu berat. Tapi, baru setengah jalan, mereka sudah kelelahan.
"Ada yang mau muntah, ada yang napasnya kelelahan, ada yang langsung baring. Kayaknya kita kebanyakan istirahat daripada jalannya, parahnya kita enggak bawa air mineral," cerita Soraya sambil tertawa.
![]() |
Waktu normal pendakian ke puncak hanya 30 menit. Namun, karena medan cukup menantang, rombongan Soraya butuh 45 menit, termasuk istirahat. Tapi, semua lelah terbayar lunas saat tiba di atas.
"Di atas gunung, semua dirasa lega. Penat sehabis bekerja, lelah menghadapi medan terbayar lunas," katanya.
Dari puncak, pengunjung disuguhkan panorama hijau yang masih asri. Bisa melihat Kecamatan Tanjung Palas dan Tanjung Selor dari ketinggian. Sepanjang jalur, ada banyak spot menarik untuk swafoto. Soraya menilai Gunung Putih aman untuk perempuan, tapi disarankan didampingi teman laki-laki.
"Pas di atas gunung kami sempat ketemu monyet ekor panjang, kalau tidak didampingi teman pria kami bakal histeris," candanya.
![]() |
Bagi Soraya, petualangan ini bukan sekadar melepas penat. "Keseruan perjalanan bukan sekedar untuk melepas penat, melainkan mendapatkan makna kehidupan. Tantangan yang sulit tentu menguji masing-masing ego," tuturnya.
"Di hadapan alam kita bisa melihat siapa diri kita dan rekan kita, namun perjalanan ini telah menunjukkan kami sebagai tim kerja di kantor." tambahnya.
Ia juga mengajak pengunjung tetap menghormati Gunung Putih dengan tidak berbicara kotor, berteriak, dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Yuk kita jaga kelestariannya," ajak Soraya.
![]() |
(sun/des)