Timnas U-16 Pemusatan Latihan di Samarinda, Disayangkan Tak Ada Putra Kaltim

Timnas U-16 Pemusatan Latihan di Samarinda, Disayangkan Tak Ada Putra Kaltim

Riani Rahayu - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 11:23 WIB
Timnas U-16 Pemusatan Latihan di Samarinda
Timnas U-16 pemusatan latihan di Samarinda/Foto: Istimewa
Samarinda -

Pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas Indonesia U-16 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menyisakan catatan khusus. Di balik antusiasme menyambut skuad Garuda Muda, terungkap fakta tidak ada satupun pemain asal Kaltim yang masuk dalam skuad tersebut.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading mengaku sempat menanyakan hal itu kepada pihak tim. Ia mendapati kenyataan bahwa nihil pemain lokal dalam TC yang berlangsung selama lima hari mulai 1 hingga 5 Oktober 2026 itu.

"Ya, itu juga yang saya tanyakan tadi. Ada enggak dari Kalimantan Timur? Tidak ada katanya," ungkap Rasman saat dihubungi detikKalimantan, Jumat (2/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tanpa pemain lokal, Rasman menilai kehadiran Timnas U-16 di Samarinda tetap membawa berkah bagi daerah. Selain karena faktor kesiapan fasilitas olahraga, kedatangan skuad Garuda Muda diagendakan untuk melakoni laga uji coba melawan tim U-18 Borneo FC.

"Mungkin salah satunya karena faktor kesiapan fasilitas yang tersedia di sini. Sekaligus mereka mungkin ingin melakukan laga uji coba dengan U-18-nya FC Borneo," katanya.

Ia juga menyebut faktor kedekatan emosional turut berperan mendatangkan tim nasional ke Benua Etam. Peran Sekretaris Jenderal PSSI yang merupakan putra daerah asal Samarinda turut diapresiasi dalam mendukung suksesnya kegiatan ini.

"Sekaligus ini ingin memberikan motivasi kepada para atlet-atlet junior sepakbola Kalimantan Timur bahwa kalau kita ingin serius dalam menjalani sebuah tahapan pembinaan, seperti inilah yang kita harapkan ke depan," jelasnya.

Kendati demikian, Rasman berharap kondisi absennya pemain lokal ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Kehadiran tim nasional di depan mata harus mampu memicu efek domino bagi pembinaan atlet di berbagai klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB).

"Harapannya ke depan ada. Kita sih berharap dengan kehadiran mereka ini memberikan efek domino kepada para atlet-atlet ini yang banyak di klub-klub, di SSB agar mereka termotivasi untuk bisa ikut seperti ini," tuturnya.

Untuk mencapainya, Rasman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi jangka panjang. Pemerintah, orang tua, hingga pengurus klub harus bahu-membahu memperbaiki sistem pembinaan sejak usia dini.

"Jika ingin sukses dalam melakukan pembinaan, maka para orang tua, pemerintah daerah kabupaten/kota, para klub-klub dan stakeholder yang ada di Kaltim agar bersatu padu dalam melakukan sumbangan pembinaan dan atlet-atlet muda, wabil khusus atlet-atlet sepakbola," tutupnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads