Tekad besar dibawa pemain muda asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Ridho Syuhada Putra, bersama Java United FC. Dipertahankan dalam skuad untuk Super League 2026/2027, Ridho ingin membuktikan dirinya layak bersaing di panggung tertinggi sepakbola Indonesia.
Kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi Ridho. Kepercayaan manajemen dan pelatih tidak ingin disia-siakan. Ia siap menjawabnya dengan kerja keras, disiplin dan performa terbaik untuk membantu Java United mencapai target musim ini.
Ridho menyadari persaingan di skuad Java United bakal ketat. Namun, pemain muda tersebut justru melihat persaingan sebagai kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan kepada tim pelatih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersyukur masih dipercaya dan dipertahankan. Saya ingin membayar kepercayaan itu dengan kerja keras dan memberikan yang terbaik untuk tim," ujar Ridho, Selasa (18/8/2026).
Semarang bukan kota baru bagi Ridho. Sebelum memperkuat Java United, pemain asal Pangkalan Bun tersebut pernah dibesarkan melalui proses pembinaan sepak bola PSIS Semarang.
"Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi saya saat kembali ke Kota Atlas. Bedanya, saya dengan tantangan lebih besar sebagai bagian dari skuad klub yang akan bersaing di kasta tertinggi sepakbola Indonesia," ujarnya.
Java United tengah memasuki era baru. Klub yang sebelumnya dikenal sebagai Malut United FC itu resmi berganti nama menjadi Java United setelah disahkan melalui Kongres Biasa PSSI pada 3 Agustus 2026.
Transformasi tersebut juga ditandai dengan perpindahan homebase dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, ke Stadion Jatidiri, Semarang. Java United kini membawa identitas baru dengan julukan Laskar Kepodang Emas.
Untuk mengarungi Super League 2026/2027, Java United menunjuk Fabio Lefundes sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Brasil tersebut mendapat kontrak dua tahun untuk membangun tim yang kompetitif.
Bagi Ridho, perubahan besar Java United menjadi tantangan sekaligus peluang. Ia ingin menunjukkan kepada pelatih bahwa dirinya mampu bersaing dan memberikan kontribusi ketika dipercaya tampil.
"Selain mengejar target pribadi, saya juga membawa nama Pangkalan Bun dan Kotawaringin Barat. Saya ingin membuktikan bahwa talenta dari daerah mampu bersaing dan mendapat tempat di level tertinggi sepakbola nasional," pungkasnya.
Kini kesempatan membuktikan diri terbuka lebar. Ridho Syuhada siap bekerja keras, merebut kepercayaan dan memberikan kemampuan terbaik untuk Java United. Dari Pangkalan Bun, ia ingin bersinar di panggung Super League dan ikut membawa Laskar Kepodang Emas bersaing di papan atas.
