Ridho Syuhada memastikan bertahan bersama Malut United untuk mengarungi Super League musim 2026/2027. Ia berharap terus berkembang dan membawa tim meraih hasil yang lebih baik.
Ridho menjadi salah satu pemain yang dipertahankan Malut United setelah menunjukkan performa yang menjanjikan pada musim sebelumnya. Kesempatan tersebut disambut dengan tekad untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.
Pemain kelahiran Kuantan Singingi, Riau, pada 18 Juni 2004 itu tumbuh besar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Perjalanan kariernya dari daerah hingga bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia menjadi inspirasi bagi banyak pesepakbola muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Ridho bersama seluruh skuad Malut United tengah menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Yogyakarta. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi bergulirnya kompetisi Liga 1.
Selama TC, para pemain menjalani latihan fisik, teknik, hingga pematangan strategi. Tim pelatih juga terus membangun kekompakan agar permainan Malut United semakin solid.
Ridho mengatakan seluruh pemain memiliki semangat yang sama untuk menghadapi musim baru. Menurutnya, suasana latihan berjalan positif dan seluruh pemain bekerja keras meningkatkan kualitas permainan.
"Target kami tentu lebih baik dari musim sebelumnya. Semua pemain ingin membawa Malut United meraih hasil yang lebih maksimal," ujar Ridho kepada detikKalimantan, Senin (20/7/2026).
Sebagai pemain yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang, Ridho siap menjalankan peran apa pun yang diberikan pelatih demi kepentingan tim.
Di tengah persiapan tersebut, muncul kabar bahwa Malut United akan menggunakan markas di Jawa Tengah pada musim ini. Meski begitu, Ridho menegaskan isu tersebut tidak memengaruhi fokus para pemain.
"Seluruh skuad memilih berkonsentrasi pada latihan dan persiapan menghadapi kompetisi. Yang terpenting saat ini adalah tampil maksimal ketika Liga 1 resmi dimulai," kata dia.
Ridho berharap kerja keras selama pemusatan latihan dapat menjadi bekal untuk menghadapi persaingan yang dipastikan semakin ketat. Ia optimistis Malut United mampu bersaing dengan klub-klub papan atas musim ini.
"Dengan tekad bertahan dan terus berkembang bersama Malut United, saya ingin membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi adalah kunci untuk membawa tim meraih prestasi yang lebih tinggi di Liga 1 musim 2026/2027," pungkasnya.
(sun/des)
