Scaloni Beri Sinyal Tinggalkan Timnas Argentina, Ini Kata-katanya

Scaloni Beri Sinyal Tinggalkan Timnas Argentina, Ini Kata-katanya

Novitasari Dewi Salusi - detikKalimantan
Senin, 20 Jul 2026 15:30 WIB
Tangis Lionel Scaloni Pecah
Tangis Lionel Scaloni/Foto: Reuters
Balikpapan -

Saat konferensi pers usai Argentina kalah di final Piala Dunia 2026, tangis Lionel Scaloni pecah. Pelatih Tim Tango itu mengaku butuh waktu untuk memikirkan masa depannya.

Dikutip detikSport, Argentina gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia setelah kalah oleh Spanyol di final. Albiceleste kelah 0-1 dalam babak perpanjangan waktu di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Seperti diketahui, Scaloni sudah menangani Timnas Argentina sejak 2018. Ia membawa Lionel Messi dkk. juara Copa America 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2022 dan Finalissima 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai Pelatih Argentina, kontraknya akan berakhir pada Desember 2026. Diliputi emosi, Scaloni tidak yakin saat ditanya soal kelanjutan masa depannya.

"Saya akan bicara dengan presiden (federasi). Saya punya pemikiran soal apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa butuh berpikir, karena saya tidak tahu apakah sesuatu sebesar ini bisa dilakukan (lagi) dan mungkin kami harus membicarakannya," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga seperti dilansir Reuters.

"Saya berterima kasih kepada presiden atas kesempatan untuk berada di posisi saya saat ini. Saat ini, ini adalah tempat impian semua orang. Dan kami sudah mencoba habis-habisan sampai akhir, staf, para pemain. Dan saya percaya wajar kalau saya mengambil waktu untuk diri saya sendiri untuk memikirkan ini semua," imbuhnya.

"Saya tidak pernah membayangkan, kami tidak akan pernah membayangkan, termasuk staf saya, kalau kami akan ada di tempat ini," ucapnya sambil berlinang air mata.

"Jadi untuk lanjut, Anda butuh banyak hal, terutama mengatur ulang pikiran, memulai kembali. Menciptakan tim seperti ini lagi, itu sangat sulit, bahwa Anda bisa menciptakannya lagi," tambahnya.

"Dan ini sangat menyakitkan. Saya minta maaf," ucap Scaloni yang kemudian berdiri dan meninggalkan ruang konferensi pers.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads