Timnas Argentina gagal meraih back to back juara di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Spanyol 0-1. Beberapa hal menjadi sorotan dalam kekalahan Argentina, mulai dari statistik jomplang, Lionel Messi yang 'hilang', hingga dicadangkannya Lautaro Martinez.
Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol semata wayang Spanyol dicetak Ferran Torres babak tambahan di menit ke-106.
Statistik Jomplang
Spanyol dinilai layak menang karena bermain jauh lebih bagus dibandingkan Argentina. Bahkan Argentina hampir tak bisa memberi perlawanan, jika dilihat dari statistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari detikSport, pasukan Luis de la Fuente membuat 65 persen penguasaan bola serta 12 percobaan mengarah ke gawang dari 20 kesempatan. Sementara Argentina cuma punya 35 persen penguasaan bola dengan dua percobaan tanpa ada yang ke arah gawang.
Dari segi pelanggaran, Argentina bermain keras dengan 24 pelanggaran dengan tujuh kartu kuning, satu menjadi akumulasi untuk Enzo Fernandez. Seusai laga, terjadi keributan yang berujung kartu merah untuk Leandro Paredes.
Messi Tak Berkutik
Messi pun tak mampu berbuat banyak bagi Tim Tango. Tak ada satu peluang pun yang diciptakan kapten Argentina itu.
Messi juga tak banyak melakukan dribel. Bahkan peraih 8 Ballon d'Or itu harus sering turun ke daerah pertahanan Argentina untuk ikut bertahan dan membuka ruang.
Redupnya Messi di final ini membuatnya gagal menambah rekor gol di Piala Dunia 2026. Messi yang sudah mencetak 8 gol sudah dilewati Kylian Mbappe dengan 10 gol berkat tambahan gol di perebutan juara tiga.
Pahlawan Semifinal yang Ditinggal
Salah satu sorotan lain adalah tidak dimainkannya penyerang Argentina, Lautaro Martinez yang sebelumnya menjadi pahlawan di laga semifinal lawan Inggris. Saat itu Lautaro yang masuk di menit akhir langsung jadi pembeda dengan gol tandukan saat injury time.
Selama Piala Dunia 2026, kapten Inter Milan itu sudah mengemas 3 gol dan satu assist. Dia memang sering kali dimainkan sebagai supersub oleh pelatih Lionel Scaloni.
Keputusan Scaloni diperkirakan karena dua bek Argentina, Lisandro Martinez dan Cristian Romero yang harus diganti karena cedera. Belum lagi faktor Enzo Fernandez yang kena harus diusir wasit.
Dengan hasil ini, Spanyol meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 2010 lalu. Sementara Argentina masih bertahan dengan tiga gelar Piala Dunia.
