Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah selisih gol dalam fase grup. Kegagalan Iran tersebut dirayakan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Markwayne Mullin. Mullin bahkan mengaku berjoget gembira ketika tahu Iran tak lanjut di Piala Dunia.
Dikutip detikNews dari BBC, Mullin mengatakan dirinya lega saat mengetahui Iran telah tereliminasi. Ia juga mengaku puas ketika bisa mencabut visa para pemain Iran dan meminta mereka segera angkat kaki dari AS.
"Saya sangat senang ketika kita bisa mencabut visa mereka dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan wilayah AS, dan saya bahkan mungkin sempat menyanyikan satu-dua lagu atau mungkin melakukan tarian kegembiraan," kata Mullin kepada wartawan, Senin (29/6/2026) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mullin merasa lega karena tim Iran benar-benar pergi dan tidak akan kembali lagi ke AS untuk pesta bola terbesar dunia tahun ini. Ia mengaku paling kesulitan mengurus para pemain Iran selama berada di AS.
"Tidak ada satu pun tim yang mengharuskan kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengurusinya, selain tim Iran," ujarnya.
Untuk diketahui, berdasarkan ketentuan visa mereka, timnas Iran hanya diizinkan masuk wilayah AS sehari sebelum pertandingan. Kemudian, mereka diwajibkan pergi dari AS segera setelah pertandingan selesai.
Iran sendiri gagal lolos dari fase grup meski sempat menang melawan Mesir pada Sabtu (27/6/). Pada masa tambahan waktu, mereka sempat mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan. Namun setelah pertandingan, gol tersebut dianulir wasit karena offside yang sangat tipis.
Alhasil, Iran dan Mesir imbang 1-1. Sebetulnya Iran masih bisa lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Namun, Aljazair dan Austria yang bertanding pada Minggu (28/6) meraih skor yang sama, 3-3. Hal itu membuat Aljazair lebih unggul sehingga Iran terdepak dari jajaran tim peringkat ketiga terbaik.
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya menjadi pihak yang paling tertindas selama pesta bola dunia ini karena konflik antara Washington dan Teheran yang masih panas. Selain peraturan soal visa yang menyulitkan, mereka juga terkendala dalam hal latihan jelang pertandingan. Lokasi pemusatan latihan Iran yang semula berada di Arizona (AS) dipindahkan ke Tijuana (Meksiko) sebelum Piala Dunia berlangsung.
Baca selengkapnya di sini.
