Ponaryo Astaman, Legenda Hidup Sepak Bola dari Kalimantan Timur

Borneo Story

Ponaryo Astaman, Legenda Hidup Sepak Bola dari Kalimantan Timur

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Selasa, 19 Mei 2026 12:00 WIB
Ponaryo Astaman. (Instagram @ponaryo11astaman)
Foto: Ponaryo Astaman. (Instagram @ponaryo11astaman)
Balikpapan -

Nama Ponaryo Astaman tentu tidak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Tanah Air.

Ponaryo berhasil menorehkan perjalanan karier yang panjang dan penuh prestasi. Ponaryo menjadi kebanggaan masyarakat daerahnya karena mampu bersinar hingga level nasional.

Kariernya di dunia sepak bola dimulai dari menjadi Persiba muda, sebelum akhirnya dikenal luas saat memperkuat berbagai klub besar Indonesia. Tak hanya sukses di level klub, Ponaryo juga pernah menjadi andalan Tim Nasional Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profil Ponaryo Astaman

Ponaryo AstamanPonaryo Astaman Foto: Instagram

Ponaryo Astaman dikenal sebagai salah satu mantan pemain tim nasional sepak bola Indonesia. Sepanjang kariernya, ia pernah membela sejumlah klub, termasuk Malacca Telekom di Super Liga Malaysia.

Langkah Ponaryo dimulai di tahun 1997, saat masih berlatih di Persiba Balikpapan Youth. Pada tahun 2000, ia bergabung dengan klub Pupuk Kaltim Bontang (PKT Bontang) atau kini dikenal sebagai Bontang FC.

Empat tahun berkarir, pemain yang akrab di sapa Popon itu direkrut PSM Makassar. Dua tahun bermain, ia pindah ke Telekom Malaysia FC, meski hanya untuk satu tahun.

Pemain bernomor punggung 11 itu kemudian mulai berpindah-pindah direkrut berbagai tim besar di liga Indonesia yakni Arema Malang, Persija, dan Sriwijaya FC.

Karirnya cukup lama di Laskar Wong Kito, sekitar lima tahun lamanya. Bersama Sriwijaya, Ponaryo meraih banyak gelar, termasuk menjadi juara nasional pada tahun 2012.

Selain tampil di level klub, Ponaryo juga sempat memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 pada tahun 2003. Di level internasional, Ponaryo mencatatkan momen penting bersama Timnas Indonesia pada ajang AFC Asian Cup 2004.

Ponaryo langsung menjabat sebagai kapten hanya dalam setahun setelah debut tim seniornya pada tahun 2003. Bersama Budi Sudarsono, ia turut mencetak gol yang membantu Indonesia meraih kemenangan bersejarah 2-1 atas Qatar, sekaligus menjadi kemenangan pertama Indonesia di Piala Asia.

Ponaryo kemudian dipercaya menjadi kapten tim nasional Indonesia dan memimpin skuad Garuda, termasuk saat tampil di AFC Asian Cup 2007 yang digelar di empat negara tuan rumah, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Pada ajang AFF Suzuki Cup 2008, posisi kapten Timnas Indonesia beralih kepada Charis Yulianto menggantikan Ponaryo. Bersama timnas, Ponaryo Astaman tercatat mengantongi 62 penampilan dan dua gol di berbagai ajang resmi internasional.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2013, Ponaryo memutuskan kembali memperkuat PSM Makassar. Ia sempat kembali ke PSM Makassar, lalu dipinjam oleh Persija, dan kembali ke Juku Eja.

Ponaryo Astaman di Borneo FC

Ponaryo Astaman pensiunPonaryo Astaman. Foto: Eko Sudjarwo/detikSport

Pada tahun 2015, Ponaryo kemudian dipanggil oleh tim Pusamania Borneo. Pesut Etam menjadi tim kesebelasan terakhirnya hingga memutuskan untuk pensiun pada tahun 2017.

Bersama Pesut Etam, Ponaryo mencatat 19 penampilan dan dua umpan berbuah gol di kompetisi Liga 1 musim 2017. Selama membela Pesut Etam, Popon juga turut membawa Borneo FC merengkuh gelar Piala Gubernur Kaltim 2016.

Ponaryo pun sempat mencetak gol pada partai puncak Piala Gubernur Kaltim yang membuat Borneo FC menundukkan Madura United dan berhak meraih trophy.

Jelang masa pensiunnya, Ponaryo Astaman didapuk menjadi Presiden APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia). Selain itu ia juga sudah membekali diri dengan kepemilikan lisensi B dan A AFC.

Ponaryo digadang bakal masuk dalam jajaran staf kepelatihan skuad Pesut Etam sejak sebelum masa pensiunnya di usia 37 tahun. Ponaryo Astaman memutuskan pensiun di akhir musim 2017.

Pada awal tahun 2018, Popon dipercaya sebagai pelatih Borneo FC untuk mengikuti turnamen pra musim Piala Presiden. Ponaryo dibantu eks penyerang Timnas, Kurniawan Dwi Yulianto sebagai asisten pelatih.

Kala itu, ia diminta menggantikan Iwan Setiawan. Namun tak berlangsung lama, kemudian Popon diganti dengan kehadiran Dejan Antonic.

Pada tahun 2021, Borneo FC mengumumkan Popon menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) di Borneo FC Samarinda. Hingga kini, ia masih menjabat sebagai Direktur di klub kebanggaan warga Kaltim itu.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads