Hintalu Karuang Khas Kalsel, Jajanan Pasar yang Manis dan Gurih

Hintalu Karuang Khas Kalsel, Jajanan Pasar yang Manis dan Gurih

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 09:15 WIB
Hintalu Karuang. Foto: Dapur Mama AmyRa
Hintalu Karuang. Foto: Dapur Mama AmyRa
Banjarmasin -

Beragam jajanan pasar tradisional masih menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah hintalu karuang, kudapan khas Banjar yang memiliki cita rasa manis dan gurih.

Hintalu karuang memiliki bentuk bulatan-bulatan kecil yang sekilas menyerupai telur burung. Jajanan ini umumnya disajikan dengan kuah santan bercita rasa manis, sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang khas dan menggugah selera.

Di tengah banyaknya makanan modern, hintalu karuang tetap menjadi salah satu sajian tradisional yang patut dilestarikan. Lantas, seperti apa cita rasa dan cara penyajian jajanan pasar khas Kalimantan Selatan ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Hintalu Karuang

Dalam buku Ragam Kudapan Maluku, Sulawesi dan Kalimantan oleh Murdijati-Gardjito dkk, dijelaskan hintalu karuang adalah kudapan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Hintalu karuang adalah kudapan manis berupa bubur kental dengan banyak bulatan kenyal di dalamnya, sangat nikmat disantap saat masih panas.

Rasanya manis legit, beraroma daun pandan, dengan tekstur bola-bola kenyal yang berpadu lembut bersama kuah santan. Hintalu karuang berwarna coklat dan dikenal sebagai hidangan bubur manis.

Nama hintalu karuang berasal dari bahasa Banjar. Hintalu berarti telur dan karuang artinya sejenis burung yang gemar bernyanyi dan hidup di dataran rendah, tapi ada juga yang mengartikan karuang sebagai kelelawar.

Penyebutan telur kelelawar hanya perumpamaan, karena bentuk bulat-bulat cendil dalam kuah manis santan menyerupai telur kelelawar yang bergelantungan.

Lebih jauh, bubur ini juga melambangkan kesederhanaan. Bahan dasarnya mudah ditemui, seperti tepung ketan, tepung beras, gula merah, dan santan. Namun, kesederhanaan itu menghasilkan hidangan yang kaya rasa.

Kudapan ini termasuk jenis bubur tradisional Banjar yang banyak dijajakan di pasar atau tempat jual wadai (kue), terutama saat pagi hari. Hintalu karuang biasanya jadi hidangan berbuka puasa saat bulan Ramadan.

Resep Hintalu Karuang

Jika detikers ingin mencoba membuat bubur tradisional ini di rumah, berikut detikKalimantan berikan resep sederhana yang bisa diikuti.

Bahan Bola-bola

200 gr tepung ketan
75 gr tepung beras
1 sdt air kapur sirih
Secukupnya air matang

Bahan Kuah

200 gr gula merah
200 ml air
750 ml santan sedang
1 butir telur, kocok lepas
150 gr gula pasir
2 lembar daun pandan
2 sdm tepung beras, larutkan dengan sedikit air
1/2 sdt garam

Cara Membuat

  1. Siapkan bola-bolanya dengan mencampur tepung ketan, tepung beras, dan air kapur sirih. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis. Bentuk bulat sebesar kelereng, lalu sisihkan di nampan bertabur tepung ketan.
  2. Untuk kuah, rebus gula merah, gula pasir, dan air hingga larut, kemudian saring. Didihkan santan bersama daun pandan, garam, dan air rebusan gula merah, aduk terus agar santan tidak pecah.
  3. Setelah mendidih, kecilkan api, masukkan telur kocok lepas, aduk hingga berserabut. Masukkan bola-bola ketan, masak sampai mengapung.
  4. Tambahkan larutan tepung beras, aduk hingga kuah mengental, lalu angkat. Bubur hintalu karuang siap disajikan selagi hangat.

Tambahan telur dalam kuah yang berserabut menjadi ciri khas yang membedakan bubur ini dengan bubur manis lainnya. Banyak orang menyebut hintalu karuang sebagai comfort food ala Banjar, karena bisa membuat perut kenyang dengan rasanya yang sederhana.

Jadi, kalau suatu hari detikers berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan lupa mencicipi bubur hintalu karuang, atau detikers juga bisa buat sendiri dari rumah. Selamat mencoba!



(aau/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads