Potret Chelsea dan Gundul, Orang Utan Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Potret Chelsea dan Gundul, Orang Utan Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 27 Okt 2026 20:43 WIB
Potret Chelsea dan Gundul, Orang Utan Terdampak Karhutla Tanjung Puting
Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting/Foto: Istimewa
Kotawaringin Bara -

Hujan mulai membawa kelegaan bagi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang sebelumnya dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun di tengah meredanya karhutla, keberadaan orang utan di sekitar lokasi terdampak menjadi perhatian.

Pada Selasa (27/10/2026), orang utan bernama Chelsea bersama anaknya terpantau berada di atas pohon di kawasan Tanjung Harapan. Keduanya terlihat di sekitar tandon air yang dimanfaatkan tim pemadam untuk mendukung penanganan karhutla.

Potret itu ditemukan saat Dudy dari Orangutan Foundation International (OFI) bersama tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhut) melakukan patroli menuju Sungai Buluh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah upaya petugas memantau kondisi kawasan, Chelsea dan anaknya terlihat bertahan di atas pohon. Keberadaan keduanya menjadi gambaran kehidupan satwa liar yang berada di sekitar wilayah terdampak kebakaran," ujar Dudy, Selasa malam.

Temuan lain juga dilaporkan dalam patroli berbeda. Staf OFI, Bani dan Lana, yang turut menjadi relawan pemadam kebakaran, menjumpai orang utan bernama Gundul di area hutan yang telah terbakar.

"Gundul terlihat berada di lahan bekas kebakaran. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemantauan satwa masih menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut," kata Bani.

Kebakaran hutan dapat mengubah kondisi habitat orang utan, mulai dari berkurangnya sumber pakan hingga hilangnya tempat berlindung. Satwa yang bergantung pada hutan untuk bertahan hidup berisiko terdampak ketika api melalap vegetasi di sekitarnya.

"Meski hujan dilaporkan membantu meredakan karhutla, kondisi kawasan belum bisa sepenuhnya dianggap aman. Pemeriksaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa atau kembali menyala," ujar Bani.

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan penting bagi kelestarian orang utan dan berbagai satwa liar lainnya. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan habitat dan ekosistem hutan tetap terjaga.

Patroli yang dilakukan petugas, relawan, dan pihak terkait menjadi bagian dari upaya mengetahui perkembangan kondisi lapangan. Informasi mengenai keberadaan Chelsea, anaknya, dan Gundul turut memberikan gambaran tentang kondisi satwa di tengah ancaman kebakaran.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, tindakan tersebut dapat merusak ekosistem dan mengancam keberlangsungan hidup satwa liar.

"Meredanya karhutla setelah hujan menjadi perkembangan positif bagi kawasan Tanjung Puting. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar api tidak kembali meluas dan habitat orangutan, termasuk Chelsea bersama anaknya, serta Gundul, tetap terlindungi," pungkas Bani.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads