Hingga bulan Oktober, sebaran hotspot karhutla di Kalimantan masih banyak terdeteksi. Baik di Kalimantan Tengah, Barat, Selatan, hingga ke Kalimantan Timur, hotspot terdeteksi muncul dari tingkat keyakinan rendah hingga kuat. Berbagai upaya pun telah dilakukan baik dari warga maupun pemerintah, mulai dari operasi modifikasi cuaca, water bombing, hingga pembuatan sekat bakar.
Berdasarkan data Hotspot BMKG, tercatat 253 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia hingga Rabu (14/10/2026). Dari jumlah itu, 156 titik berada di Kalimantan.
Kalimantan Tengah masih memegang wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi di antara enam provinsi Kalimantan lain. Pemerintah juga telah mengerahkan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran di Kalimantan Tengah. Kementerian Kehutanan misalnya, menyiagakan 61 armada udara yang terdiri dari 17 unit untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 44 unit untuk water bombing. Tim di darat juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman langsung, pembasahan, penyekatan penjalaran api, dan pendinginan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, memadamkan karhutla bukan perkara mudah, terutama di lahan gambut karena bara api menyala jauh di bawa tanah. Karena itulah upaya untuk mencegah api menjalar ke area lain lewat lapisan bawah tanah juga penting dilakukan. Salah satu teknik yang digunakan adalah membuat sekat bakar. Metode ini diterapkan oleh aktivis lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.
Chanee Kalaweit, aktivis lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit. Foto: Istimewa |
Cara Kerja Sekat Bakar
Kementerian Kehutanan dalam laman resminya menjelaskan sekat bakar atau dalam bahasa Inggris disebut firebreak adalah jalur pemisah yang dibuat untuk memutus atau menghambat perambatan api di kawasan hutan dan lahan. Prinsipnya sederhana, api butuh bahan bakar untuk terus menyebar, jika jalur diputus, api tidak mudah menjalar ke area berikutnya.
Ketentuan mengenai sekat bakar juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 28 Tahun 2021 tentang Sekat Bakar. Aturan ini jadi dasar pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Ada dua jenis utama sekat bakar, yaitu:
- Sekat bakar alami: memanfaatkan bentang alam yang sudah ada untuk membantu menghambat perambatan api, contohnya sungai, danau, rawa, atau jurang.
- Sekat bakar buatan: Jalur yang sengaja dibuat di kawasan rawan kebakaran. Bentuknya berupa jalur yang vegetasi atau pepohonannya ditebang agar api tidak merambat dari atas tanah. Kemudian bagian bawahnya dikeruk sampai lapisan gambutnya habis, dan tanah berpasirnya dikembalikan lagi.
Intinya, api tidak boleh menyebar. Untuk mencegah api menyebar, tumbuhan dan bahan yang mudah terbakar harus disingkirkan dari jalur sekat bakar. Namun, ada juga sekat bakar hijau yang memanfaatkan tanaman untuk menghambat api. Salah satu tanaman yang tercantum dalam lampiran Permen LHK Nomor 28 Tahun 2021 adalah kaliandra. Tanaman ini dipilih karena mampu menghasilkan nitrogen untuk memperbaiki kualitas tanah.
Ketika api mencapai jalur yang telah disiapkan tadi, rambatannya bisa terhambat karena tidak ada lagi bahan bakar yang bisa merambat penyebaran api. Dengan jalur ini, petugas bisa mendekati titik kebakaran, melakukan pemadaman, sekaligus mencegah api bergerak ke hutan atau lahan lain.
Jalur sekat terutama yang buatan, memerlukan alat berat karena proses pengerukannya sampai ke lapisan pasir di dalam tanah. Jadi, pengerjaannya butuh perencanaan dan pengawasan yang tepat supaya tidak menimbulkan kerusakan lingkungan baru.
Berhasil Buat Sekat Bakar di Kalimantan Tengah
Sekat bakar di hutan Kalimantan Tengah yang dibuat Chanee Kalaweit dan tim di Paring Lahung. Foto: Instagram Chanee Kalaweit |
Contoh penerapan sekat bakar adalah yang dikerjakan oleh Chanee Kalaweit, seorang aktivis lingkungan dan pendiri yayasan Konservasi Kalaweit, di Kalimantan Tengah baru-baru ini. Dalam cerita yang dibagikan di akun Instagramnya (@chaneekalaweit), Chanee membuat sekat bakar dengan bantuan alat berat untuk memutus jalur rambatan api.
Pria asal Prancis itu bersama timnya telah membuat jalur sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer demi memutus penyebaran api di bawah tanah. Ia juga menjelaskan bahwa untuk mengoperasikan alat berat di dalam hutan perlu izin khusus dari pihak terkait, namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, alat berat berhasil digunakan dengan mengorbankan wilayah hutan.
Dengan begitu, Chanee berhasil menghentikan penyebaran api karhutla dan menunjukkan hasil dari sekat bakar buatannya. Menurutnya, sekat bakar ini adalah metode yang paling efektif untuk mencegah api meluas, karena mustahil untuk memadamkan api di hutan seluas puluhan hektare.
Setelah karhutla mereda, jalur yang dibuka untuk sekat bakar akan direstorasi kembali karena jika dibiarkan akan memicu alih fungsi yang tidak semestinya. Pengerjaannya pun akan dikembalikan ke dinas terkait.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)


