BKSDA Temukan Tiga Sarang Orang Utan di Kebun Karet dan Rotan Warga Kotim

Kalimantan Tengah

BKSDA Temukan Tiga Sarang Orang Utan di Kebun Karet dan Rotan Warga Kotim

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 13 Okt 2026 17:01 WIB
Orang utan kebingungan mencari tempat berlindung karena habitatnya terbakar di Jalan Kotawaringin Lama. (Istimewa/Dok Polsek Kolam)
Orang utan di Kalteng. (Dok. Istimewa).
Kotawaringin Timur -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menemukan tiga sarang orang utan di perkebunan karet dan rotan milik warga Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Temuan tersebut mengindikasikan adanya aktivitas satwa dilindungi itu di kawasan perkebunan warga.

Penemuan itu merupakan hasil penelusuran petugas BKSDA Resort Sampit setelah menerima laporan kemunculan orang utan dari seorang warga bernama Sandy, Senin (12/10/2026). Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan petugas melakukan observasi untuk memastikan keberadaan orang utan yang dilaporkan terlihat di kawasan tersebut.

"Namun, saat petugas menyisir kebun, orang utan yang dilaporkan muncul tidak ditemukan," ungkap Muriansyah, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Observasi berlangsung selama hampir empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.50 WIB. Petugas berangkat dari Sampit menggunakan sepeda motor trail, kemudian melanjutkan penelusuran dengan berjalan kaki bersama tiga warga.

"Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan satu sarang di tanah dan dua sarang kelas C. Selain itu, ditemukan bekas batang kayu yang kulitnya telah dikupas dan dimakan orang utan," katanya.

Berdasarkan temuan sarang dan keterangan warga setempat, diperkirakan terdapat tiga individu orang utan di kawasan tersebut. Meski demikian, perkiraan itu belum dapat dipastikan karena petugas tidak melihat langsung keberadaan satwa tersebut selama observasi.

"Perkebunan yang disisir memiliki luas sekitar 10 hektare dengan vegetasi didominasi pohon karet, rotan, dan semak belukar. Lokasi tersebut dapat dijangkau melalui jalur darat maupun sungai, meski kondisi sungai saat observasi masih surut," katanya.

BKSDA kemudian memberikan arahan kepada warga agar segera melapor apabila kembali melihat orang utan di sekitar perkebunan. Masyarakat juga diminta membantu memantau kemunculan satwa tersebut untuk mendukung upaya penanganan lebih lanjut.

Warga menyatakan bersedia membantu pemantauan. BKSDA Resort Sampit akan menindaklanjuti laporan apabila orang utan kembali terlihat di kawasan perkebunan Desa Kandan.

"Keberadaan sarang dan jejak aktivitas tersebut menjadi petunjuk bagi petugas untuk memantau pergerakan orang utan, sekaligus mendorong masyarakat turut menjaga satwa dilindungi itu ketika muncul di sekitar perkebunan," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads