Orang Utan Terancam Karhutla: Ada yang Terluka hingga Terserang ISPA

Round-up

Orang Utan Terancam Karhutla: Ada yang Terluka hingga Terserang ISPA

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 11 Okt 2026 06:59 WIB
Evakuasi orang utan Bara di tengah karhutla Kotawaringin Barat. (dok BKSDA Kalteng)
Foto: Evakuasi orang utan Bara di tengah karhutla Kotawaringin Barat. (dok BKSDA Kalteng)
Palangka Raya -

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah memicu krisis ekologis serius bagi kelangsungan hidup orang utan. Dampak bencana ini meluas, mulai dari terancamnya habitat ratusan individu di Kotawaringin Barat (Kobar) hingga ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Orang Utan Diterapi Nebulizer gegara ISPA

Paparan kabut asap pekat menyebabkan 47 orang utan di pusat rehabilitasi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, mengalami gangguan pernapasan. Untuk menangani dampak kabut asap yang menembus area kandang, pengelola memasang sistem penyemprot air (sprinkler) dan memberikan terapi nebulizer.

Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite, memastikan seluruh satwa tertangani dengan baik meski situasi di lapangan cukup menantang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di kandang, tempat kami yang sudah terkena ISPA ada 47 orang utan. Beberapa di antaranya sudah diberikan nebulizer, sehingga kondisi asap tidak terlalu berpengaruh. Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama," kata Jamartin, Jumat (9/10/2026).

Habitat 180 Orang Utan di HKm Masoraian Terancam

Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), karhutla mengancam kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Masoraian, Kecamatan Kotawaringin Lama, yang menjadi habitat bagi sekitar 180 orang utan. Kebakaran di area ini dikhawatirkan memusnahkan ruang berlindung sekaligus sumber pakan alami satwa.

Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengajak seluruh pihak bergerak cepat melakukan pencegahan dini agar kerusakan ekosistem tidak meluas.

"Ini bukan hanya soal hutan yang terbakar. Di dalamnya ada kehidupan, ada satwa yang bergantung pada hutan sebagai tempat mencari makan dan berlindung. Kalau habitatnya rusak, mereka juga yang akan terdampak," kata Trias, Sabtu (3/10/2026).

'Bara' Orang Utan 56 Kg Dievakuasi dengan Luka

Kebakaran di Kobar juga memakan korban. Seekor orang utan jantan berusia sekitar 22 tahun dengan bobot 56 kilogram bernama Bara berhasil dievakuasi pada Kamis (8/10/2026) sore di Km 8 Mendawai Seberang, Kobar. Saat ditemukan di tengah kepungan asap, Bara mengalami sedikit luka pada bagian telapak tangan dan kaki.

Aksi penyelamatan dilakukan tim gabungan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah II Pangkalan Bun bersama Orangutan Foundation-United Kingdom (OF-UK).

Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng, Handi Nasoka, mengonfirmasi evakuasi satwa tersebut:

"Tim Rescue SKSDA Wilayah II bersama OF-UK telah berhasil mengevakuasi satu individu orangutan," kata Handi, Kamis (8/10/2026) malam.

"Bara kemudian diamankan di Kantor SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Petugas akan memantau kondisi satwa tersebut untuk menentukan penanganan berikutnya," katanya.

Orang Utan Berjalan Linglung

Dampak terdesaknya habitat tampak nyata ketika seekor orang utan dewasa terlihat berjalan di tepi Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 13-14 pada Minggu (4/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satwa liar tersebut melintas di atas lahan berlumpur dan sisa tanaman terbakar.

Keberadaan satwa itu pertama kali disaksikan oleh anggota Polsek Kolam yang juga relawan Satgas Karhutla, Bripda Inzagi. Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, memaparkan kejadian tersebut:

"Mereka habis menghadiri acara. Sekitar pukul 16.30 WIB, Bripda Inzagi melihat ada satu ekor orang utan ukuran dewasa sedang berjalan di pinggir jalan," kata Trias kepada detikKalimantan, Minggu malam.

"Kemudian video tersebut saya posting untuk diketahui masyarakat luas," lanjutnya.

Mendapat laporan tersebut, tim BKSDA Kalteng langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan lapangan (ground check), namun satwa tersebut telah menghilang ke semak-semak.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Begini Kondisi Orang Utan Sempurna Sebelum Meninggal Akibat Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads